BeritaEkonomiPendidikanPeristiwa

TNI Beri Hukuman Push Up ke Manajer KMP yang Tak Disiplin Saat Latsarmil

16
×

TNI Beri Hukuman Push Up ke Manajer KMP yang Tak Disiplin Saat Latsarmil

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Peserta latihan dasar militer (Latsarmil) yang diikuti Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan diberikan hukuman fisik jika melakukan pelanggaran selama pendidikan.

Hukuman tersebut diberikan pelatih ketika peserta kedaatan melanggar aturan, salah satu contohnya ketika peserta terlambat mengikuti apel pagi.

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengatakan, bagi peserta yang melanggar akan diberikan sanksi berupa hukuman fisik.
“Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Agus menjelaskan hukuman fisik itu diberlakukan agar para peserta memiliki jiwa disiplin yang tinggi serta taat akan peraturan. Hukuman tersebut juga diharapkan dapat membuat peserta dapat hidup lebih tertib.

Tidak hanya karena telat mengikuti apel, para peserta juga akan menerima hukuman jika tidak mengikuti makan bersama.

Menurut Agus, hal tersebut harus dilakukan karena makan merupakan aktivitas yang wajib dilakukan demi menjaga kesehatan fisik peserta.

“Kita juga lakukan hukuman secara kolektif, contohnya tidak makan. Karena makan adalah untuk meningkatkan kemampuan kita, kalau tidak makan atau tidak bersama-sama yang lain, kita kasih hukuman supaya besok tidak mengulang lagi,” kata dia.

Agus menekankan hukuman yang diberikan kepada para peserta pun tidak disamakan dengan standar prajurit, melainkan menyesuaikan dengan kemampuan fisik peserta.

Tidak hanya hukuman saja, pihaknya juga tidak segan memberikan reward atau penghargaan bagi peserta yang berprestasi selama pendidikan.

Hal tersebut dilakukan agar peserta termotivasi dan terus semangat dalam menjalani program latsarmil.

Hingga saat ini, lanjut Agus, seluruh rangkaian pendidikan latsarmil masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Dia berharap proses pendidikan kali ini bisa selesai dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola Koperasi Desa Merah Putih. (ant*)