BeritaDaerahEkonomiGaya HidupOlahraga

Pengembangan Wisata Pantai Tirang Jadi Destinasi Olahraga Rekreasi Belum Optimal, Wisatawan Masih Terkendala Infrastruktur Pendukung

24
×

Pengembangan Wisata Pantai Tirang Jadi Destinasi Olahraga Rekreasi Belum Optimal, Wisatawan Masih Terkendala Infrastruktur Pendukung

Sebarkan artikel ini
Pantai Tirang yang akan dikembangkan oleh Pemkot Semarang menjadi spot olahraga rekreasi sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Pantai Tirang yang akan dikembangkan oleh Pemkot Semarang menjadi spot olahraga rekreasi sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

JAGABERITA.ID – Animo masyarakat untuk berwisata terutama wisata pantai di Kota Semarang bisa dikatakan besar. Geliat pengunjung wisata pantai tetap ada, meski kunjungan di hari biasa tak seramai akhir pekan, namun sejak pagi terlihat beberapa pengunjung menikmati deburan ombak di bibir pantai dan tiupan angin membuat suasana tenang menghampiri pengunjung yang sedang duduk bersantai di mini gazebo.

Begitu juga di tepian pantai pun, anak- anak nampak sedang asyik mandi dan di sudut lainnya, pemancing juga mengawasi jorannya ikut terbawa ombak.

Pemandangan antusias pengunjung menikmati suasana wisata pantai itu terlihat di Pantai Tirang, Kelurahan Tambakharjo, wilayah Semarang Barat, pada baru-baru ini.

Untuk dapat masuk ke lokasi wisata, pengunjung bisa melewati salah satu akses dari gerbang utama Perumahan Graha Padma, dan harus melewati jalan akses sempit dan cukup sulit. Pengunjung diminta berhati-hati mengingat kondisi jalan yang sering tergenang banjir dan rob, apabila air laut pasang.

Masuk ke lokasi, pengunjung membayar retribusi berupa tiket masuk Rp 5 ribu, untuk hari Senin sampai Kamis. Sedangkan akhir pekan, yaitu hari Jumat, Sabtu dan Minggu dan Hari Libur Nasional pengunjung dikenai biaya Rp 10 ribu. Jika ingin duduk bersantai di mini gazebo, pengunjung bisa memakai sepuasnya dengan dikenai biaya Rp 10 ribu. Untuk jam operasional buka tutup pantai mulai dari pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB.

Salah satu, petugas keamanan Wisata Pantai Tirang, Rizal (35), menjelaskan, kondisi pantai Tirang beberapa tahun terakhir mulai ada pembenahan, dengan meratakan yang dulunya sebagian area masih semak belukar diratakan menjadi daratan untuk dibangun mini gazebo. “Dulu masih belum luas, sekarang sudah rata dulunya berupa alang-alang, lalu dibabat bersih sehingga semakin luas,”ujarnya, saat ditemui dilokasi.

“Sekarang perbedaanya deket lokasi, terasa makin teduh karena ditutupi pohon peneduh yang mulai tumbuh besar, yaitu pohon ketapang dan cemara laut,”katanya.

Menurut Dia, dengan adanya penghijauan dengan penanaman pohon cemara laut di bibir pantai diharapkan bisa membuat suasana nyaman dan teduh pengunjung terutama saat siang hari. “Baru-baru ini, di tepian pantai ini ditanami 150- an cemara laut, dan juga mangrove oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DLH Kota Semarang,”imbuhnya.

-Bibit Pantai Makin Asri

Salah satu pengunjung, Juanda (16), mengaku kerap kesulitan melewati akses masuk kawasan pantai tirang. Karena setiap kali, air laut pasang jalan menuju pantai juga akan tergenang rob dan banjir yang cukup tinggi. “Jadi untuk masuk kesini susah, kalau diperbaiki sih akan lebih mudah menuju lokasi wisata disini,”ungkapnya.

Sedangkan untuk kebersihan pantai dinilai sudah baik dan asri. Karena tempat sampah mudah ditemui dan memudahkan pengunjung membuang sampah. “Tinggal perlu ada penambahan wahana dan kegiatan atraksi di lokasi sehingga menambah daya tarik wisatawan. Dan fasilitas toilet dan sarana ibadah lainnya harusnya disediakan dari pengelola,”harapnya.

-Butuh Infrastruktur Pendukung dan Penerangan

Ketua Pokdarwis Tambakharjo atau pengeloka Pantai Tirang, Deo Hermansyah, mengatakan, permasahan pengembangan kawasan pantai Tirang saat ini diakuinya, adalah yang utama terkendala berupa akses jalan masuk ke lokasi wisata. “Kami saat ini sedang menunggu bantuan dari pemerintah kota Semarang, karena sampai sekarang kesulitan pantai Tirang adalah akses jalannya. Pengunjung merasa terganggu apabila musim hujan, tanah menjadi becek, wisatawan pun sering terjatuh saat melintas di sini,”paparnya.

“Kami pernah mengusulkan ke pemerintah kota Semarang untuk menjembatani perbaiki jalan masuk pantai Tirang, memang kita memahami jalan akses merupakan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang notabene nya jalan milik provinsi selama ini aset belum dimanfaatkan warga, dan kalau jalan ini jadi halus dan diperbaiki pantai Tirang otomatis akan jadi ramai,”katanya.

Selain itu, pihaknya membutuhkan perhatian dari pemerintah terkait aliran listrik, karena tiap malam menggunakan lampu darurat atau emergency yang sewaktu waktu bisa redup. “Kami minta agar malam hari di kawasan pantai terang, dengan adanya alat pendukung untuk penerangan, saya yakin jika akses jalannya baik dan penerangan diperhatikan. Tirang akan jadi salah satu ikon baru wisata alam di kota Semarang,”terangnya.

Dia pun mengaku sengaja belum memasang plang atau penunjuk arah lokasi wisata pantai Tirang mengingat kondisi akses jalan menuju lokasi dinilai belum layak. “Memang akses pengunjung ke lokasi melewati perumahan Graha Padma, dan belum kami pasang plang penunjuk arahnya, sebelum akses jalan diperbaiki dulu,”katanya.

Menurut Deo, kendala lambannya perbaikan jalan akses ke lokasi wisata, dinilai karena terganjal regulasi, aset jalan milik provinsi BBWS, kecuali aset ini sudah dihibahkan menjadi aset pemerintah kota Semarang dan diberikan ke Pemkot Semarang. Itu pastinya pemkot akan cepat menggarap jalan itu. Tinggal koordinasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi perlu didorong bersama lagi,”ungkapnya.

Pihaknya menyambut baik, rencana penataan wisata Pantai Tirang. “Kalau melihat dari gambar atau desain pengembangan sudah jadi, tempat pemandian, warungnya akan tertata serta penunjang fasilitas lainnya. Tinggal yang dibutuhkan pengelola, terkait akses jalan menjadi baik. Sebab, setiap rob datang, pengunjung pun urung untuk masuk ke lokasi. Dampaknya pendapatan Pokdarwis dari tiket masuk jadi merosot tajam. Dan sisi keamanan pengunjung juga membahayakan saat melewati jalan tersebut,”jelasnya.

“Dulu rata- rata kunjungan tiap hari biasanya, banyak tapi dengan kondisi jalan makin rusak dan becek membuat pendapatan menurun drastis sekali. Hari biasa saja bisa mencapai 200 orang bisa turun jadi 50 orang. Akhir pekan hampir menyentuh 1.000 orang saat ini tidak tercapai lagi. Turun hampir 40 persen dari pendapatan normal,”ujarnya.

-Upaya Penambahan Fasilitas dan Kunjungan

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengakui pengelolaan wisata pantai masih perlu digarap lebih optimal. Karena potensi wisata pantai sangat besar dan upaya pengembangan terus dilakukan, namun disisi lain juga tantangannya yang tidak sedikit. “Sehingga perlu peran serta semua pihak untuk bergerak bersama dalam pengelolaan wisata pantai,”katanya.

“Selain itu, kita juga punya pantai khusus untuk pengembangan wisata mangrove, maupun sport tourism untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam, dan wahana jetski di Pantai Marina. Namun, juga kita punya tantangan yang akses jalannya cukup sulit. Ini tantangan bagi kita bagaimana mengembangkan dan mengkolaborasikan sehingga akses kesana lebih mudah lagi. Dan mengoptimalkan masyarakat sekitar umkm nya juga bisa hidup, dan infrastruktur disana dan pengeloaan sampahnya,”lanjut Iin, sapaan akrabnya.

Dia menyebut, tingkat kunjungan wisata pantai mengalami peningkatan. Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, rata- rata pengunjung di Pantai Tirang tahun 2025 mencapai 70.674 pengunjung. Lalu, Januari -Mei jumlah kunjungan menyentuh 24.451 orang.

Kemudian, jumlah kunjungan wisata pantai Marina tahun 2025 mencapai 847.088 orang. Bulan Januari sampai Mei mencapai 340.723 orang. “Jadi rata rata tiap bulan pengunjung yang datang tahun 2025 di Pantai Marina sebanyak 70.591 orang. Dan tahun 2026, rata rata tiap bulan mencapai 68.145 pengunjung,”paparnya.

Lalu, di pantai Tapak Mangunharjo kunjungan wisatawan lokal tahun 2025 mencapai 656 orang. Dan bulan Januari -Mei 2026 berjumlah 350 orang. “Sedangkan wisatawan mancanegara tahun 2025 di pantai ini berjumlah 22 orang. Dan pada bulan Januari-Mei 2026 berjumlah 40 orang,”pungkas Iin. (yuli)