JAGABERITA.ID – Sebanyak 54 orang dilaporkan terluka dan 18 lainnya masih dinyatakan hilang setelah terjadi ledakan di sebuah pabrik di Qatar, pada Minggu (21/6/2026) waktu setempat.
Ledakan tersebut terjadi di kawasan Kota Industri Ras Laffan dan disebut dipicu oleh insiden teknis di fasilitas tersebut.
Menurut laporan AP, Ledakan di terminal ekspor gas alam utama Qatar tersebut terjadi ketika para pekerja mencoba melanjutkan operasi di sana setelah Iran membomnya selama perang.
Dalam pernyataannya resminya, otoritas setempat disebutkan tim pertahanan sipil bersama Kelompok Pencarian dan Penyelamatan Internasional Qatar langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap para korban yang hilang.
Sebelumnya, dalam pernyataan terpisah pada Minggu (21/6/2026), yang menyebutkan tidak ditemukan adanya kebocoran yang dapat mengancam keselamatan publik di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi tambahan yang dirilis terkait penyebab rinci maupun kondisi terbaru para korban. Otoritas setempat masih terus melakukan proses pencarian dan penanganan di lokasi kejadian.
Ledakan di kawasan industri Ras Laffan disebut dapat menyebabkan kekacauan lebih lanjut di pasar energi global, terutama karena Qatar masih menjadi salah satu produsen gas alam terbesar di dunia. (beritasatu*)












