BeritaEkonomi

Pemasok Komponen Toyota hingga Daihatsu di Jatim Akan Pindahkan Pabrik ke Vietnam, Nasib Ribuan Pekerja Terdampak

15
×

Pemasok Komponen Toyota hingga Daihatsu di Jatim Akan Pindahkan Pabrik ke Vietnam, Nasib Ribuan Pekerja Terdampak

Sebarkan artikel ini
Toyota Veloz Hybrid
Toyota Veloz Hybrid

JAGABERITA.ID – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyebut situasi industri komponen otomotif tertekan, salah satunya menghantui pabrik pemasok komponen ke pabrik Toyota hingga Daihatsu.

Kabar badai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) perusahaan tersebut menyeruak imbas rencana relokasi pabrik ke negara lain.

Dirinya membeberkan, setidaknya ada dua perusahaan komponen raksasa asal Jepang yang pabriknya berada di Jawa Timur, berencana memindahkan separuh aktivitas produksinya ke Vietnam, lantaran dinamika global dan industri yang sedang tumbuh di sana.

“Saya sebut inisialnya dahulu, PT J dan PT S. Serikat pekerjanya sudah diajak bicara oleh pimpinan perusahaan bahwa perusahaan PT J dan PT S ini akan sebagian ke Vietnam, tidak seluruh ya,” papar Iqbal, Senin (22/6/2026).

Informasi yang ia dapat, PT J berencana akan mengurangi empat ribu karyawannya dari total tujuh ribu orang. Sementara PT S disebutkan bakal mengurangi tiga ribu pekerja dari total keseluruhan empat ribu pekerjanya.

Jadi perusahaan PT J dan PT S ini sebagian pindah ke Vietnam untuk memproduksi komponen mobil listrik dan juga mobil biasa (konvensional), mobil berbasis bahan bakar, fosil atau bensin. Kalau pertama saya kan bilangnya cuma mobil listrik,” terangnya.

“Saya tidak bisa sebut, perusahaan besar untuk produksi wiring harness supply ke industri otomotif,”katanya.

Rachmat menilai, bila dua perusahaan tersebut benar-benar melakukan relokasi ke Vietnam, artinya secara iklim bisnis lebih menarik dan menguntungkan dibanding di Indonesia. Ini dikatakannya sebagai alarm bagi pemerintah.

“Ini merupakan alarm untuk pemerintah agar kebijakan dan iklim usaha untuk bisa perbaiki,” beber Rachmat, Senin (22/6).

Apa yang sedang terjadi pada iklim industri Vietnam, Rachmat bilang serupa dengan kondisi saat industri tekstil hingga elektronika. Sekarang menurutnya mulai merambat ke sektor otomotif yang juga tengah menggeliat di negara tersebut. (kumparan*)