BeritaPendidikanPeristiwa

Situs Bersejarah Tyre di Lebanon Hancur Dibom Israel

10
×

Situs Bersejarah Tyre di Lebanon Hancur Dibom Israel

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Menteri Kebudayaan Lebanon Ghassan Salame menyerukan perlindungan terhadap situs-situs bersejarah setelah kawasan Warisan Dunia UNESCO di Tyre, Lebanon selatan, dilaporkan rusak akibat pemboman Israel. Seruan itu disampaikan Salame pada Senin (8/6/2026), setelah melihat kerusakan di sekitar situs arkeologi Tyre, salah satu kota tertua di pesisir Mediterania. Tyre terletak sekitar 20 kilometer dari perbatasan Israel dan dikenal memiliki reruntuhan kuno yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO.

Reruntuhan arkeologi Tyre tersebar di dua kawasan utama kota, termasuk area yang dikenal sebagai situs kota dan menjadi tempat peninggalan Romawi. Militer Israel disebut menggencarkan pemboman besar-besaran terhadap Tyre sejak perang terbaru dengan Hizbullah pecah.

Serangan kembali terjadi pada Minggu setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi tambahan yang mencakup sejumlah distrik, termasuk salah satu kawasan arkeologi di Tyre. “Saya menyerukan agar situs-situs arkeologi di negara ini tidak menjadi target, khususnya reruntuhan di Tyre yang merupakan bagian dari warisan umat manusia,” kata Salame.

Diketahui pada Senin terlihat debu dan puing-puing di dekat pilar-pilar kuno setelah pemboman sehari sebelumnya.

Logam yang bengkok dan ranting pohon yang patah juga terlihat berada di dekat sejumlah artefak batu.

Puing beton dan logam tampak berserakan di tangga batu di kawasan tersebut.

Direktur regional situs arkeologi Kementerian Kebudayaan untuk Lebanon selatan, Ali Badawi, mengatakan pemboman pada Minggu menimbulkan dampak paling buruk terhadap kawasan kuno Tyre sejak perang dimulai.

Jumlah puing dan kerusakan di situs tersebut sangat tinggi,” ujar Badawi. Menurut Badawi, kerusakan terjadi secara langsung dan tidak langsung. Kantor administrasi situs terkena dampak langsung, sementara puing-puing dari pemboman di sekitar kawasan menyebar ke area arkeologi.

“Beberapa artefak arkeologi rusak ketika puing-puing jatuh menimpa mereka, karena puing-puing berjatuhan di area yang luas dan berdampak pada sejumlah besar elemen di situs tersebut, seperti pilar, kepala pilar, dasar pilar, dan mosaik,” kata Badawi.

Badawi menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan situs sipil, bukan lokasi militer. “Ini adalah situs sipil, situs Warisan Dunia, sama sekali bukan situs militer, dan tidak ada aktivitas militer di sana,” ujarnya.

Ia mengatakan penilaian awal terhadap kerusakan sedang dilakukan. Badawi juga menyebut kawasan arkeologi Tyre lainnya, Al-Bass, sebelumnya telah mengalami kerusakan dalam konflik tersebut.

Sejak babak permusuhan sebelumnya antara Israel dan Hizbullah pecah pada 2023, UNESCO telah memberikan “perlindungan sementara yang ditingkatkan” kepada lebih dari 70 situs warisan budaya di Lebanon, termasuk Tyre. Status tersebut merupakan tingkat perlindungan hukum tertinggi dari UNESCO bagi situs-situs yang berisiko akibat konflik. (kompas*)