JAGABERITA.ID – Perencana keuangan sekaligus pendiri platform edukasi keuangan DNA Finance Indonesia Aliyah Natasya mengingatkan para orang tua untuk memisahkan dana pendidikan tahunan dari kebutuhan rutin bulanan guna menghindari tekanan keuangan saat memasuki tahun ajaran baru.
Menurut dia, banyak keluarga mengalami kesulitan keuangan pada Juni dan Juli karena berupaya membayar kebutuhan pendidikan yang bersifat tahunan menggunakan penghasilan bulanan yang sedang berjalan.
“Kesalahan terbesar yang saya lihat, orang tua mencoba membayar biaya tahunan dari gaji bulan berjalan. Hasilnya, bulan Juni dan Juli selalu terasa keuangan ancur,” ujar Aliyah, Kamis (4/6/2026).
Perencana keuangan yang meraih gelar MSc bidang Economic Competitiveness and International Business dari University of Birmingham tersebut menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan keluarga sebaiknya dibedakan berdasarkan horizon waktu pengeluaran. Pengeluaran rutin seperti belanja dapur, listrik, transportasi, dan uang sekolah bulanan dapat dipenuhi dari pendapatan bulanan, sementara biaya pendidikan yang muncul secara berkala perlu dipersiapkan jauh hari sebelumnya.
Biaya pendidikan yang bersifat tahunan tersebut antara lain uang pangkal, pembelian seragam, buku pelajaran, hingga kegiatan sekolah tertentu yang jadwal dan kebutuhannya umumnya sudah dapat diperkirakan sejak awal.
Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Aliyah menyarankan orang tua menerapkan metode “sinking fund” atau dana khusus yang dikumpulkan secara bertahap setiap bulan untuk membiayai pengeluaran yang telah diprediksi sebelumnya.
Ia mengatakan cara tersebut dapat dilakukan dengan membuat daftar seluruh kebutuhan pendidikan tahunan, menghitung total kebutuhan dana, lalu membaginya ke dalam alokasi bulanan yang disisihkan secara rutin.
“Caranya mudah, buat daftar semua pengeluaran pendidikan tahunan, totalkan, bagi 12, lalu sisihkan setiap tanggal gajian via autodebit,” ujarnya.
Menurut Aliyah, keberhasilan mengelola biaya pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya penghasilan, melainkan konsistensi dalam membangun sistem pengelolaan keuangan keluarga.
Ia juga menyarankan masyarakat membuka rekening khusus pendidikan yang terpisah dari rekening operasional harian. Dana pendidikan tersebut dapat diisi secara otomatis setiap bulan melalui fitur autodebit sehingga tidak tercampur dengan kebutuhan lain.
Selain itu, keluarga disarankan memiliki dua jenis perencanaan anggaran, yakni anggaran bulanan untuk kebutuhan rutin seperti SPP, transportasi, dan les, serta anggaran tahunan untuk biaya yang muncul pada periode tertentu seperti uang pangkal, buku, seragam, dan kegiatan sekolah. (ant*)












