JAGABERITA.ID – Empat jenazah terakhir korban tewas dalam kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan akhirnya berhasil diidentifikasi. Dengan teridentifikasinya empat jenazah tersebut, total 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian kini telah diketahui identitasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium DNA dari Pusdokkes Polri diterima pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
“Setelah hasil laboratorium diterima, pagi tadi dilakukan rekonsiliasi untuk mencocokkan data ante-mortem dan post-mortem,” kata Andrianto saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (23/5/2026
Jenazah pertama teridentifikasi atas nama Sukardi, laki-laki, anak biologis Mario.
Jenazah kedua diketahui bernama Serepdo Gurning, anak biologis Mona Lisa Siahaan. Sementara jenazah ketiga teridentifikasi atas nama Sukono bin Supardi Nasution dan jenazah keempat diketahui bernama Karnovim Salim.
Khusus Karnovim Salim, identifikasi dilakukan melalui kecocokan langsung dengan sampel pembanding berupa peci milik korban. “Dari hasil laboratorium data post-mortem yang keluar, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas. Ada kecocokan antara data ante-mortem dan post-mortem dari total 17 jenazah,” jelas Andrianto. Jenazah Dipulangkan ke Daerah Asal Setelah proses identifikasi selesai, RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang langsung memulangkan keempat jenazah ke daerah asal masing-masing melalui jalur darat dengan pengawalan Ditlantas Polda Sumsel.
Dua jenazah atas nama Sukardi dan Serepdo Gurning dipulangkan ke Medan, Sumatera Utara. Sementara jenazah Sukono dipulangkan ke Padang, Sumatera Barat dan jenazah Karnovim Salim diantar ke Semarang, Jawa Tengah.
Selain itu, rumah sakit masih merawat satu korban selamat bernama Ngadiono yang kondisinya terus menunjukkan perkembangan positif. “Yang sebelumnya mengalami luka bakar lebih dari 50 persen, sekarang tinggal sekitar 15 persen. Korban juga sudah bisa bergerak sendiri ke kamar mandi dan kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa dipulangkan,” ujar Andrianto.
Terkait kemungkinan operasi lanjutan untuk pengangkatan jaringan kulit mati, pihak dokter masih menunggu perkembangan kondisi korban.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan proses penyidikan kecelakaan maut tersebut masih terus berjalan. “Informasi dari Ditlantas Polda Sumsel, Senin nanti penyidik akan melakukan gelar perkara. Setelah itu baru akan disampaikan hasil penyidikannya,” kata Nandang.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki minyak mentah terjadi di Kabupaten Muratara pada Rabu (6/5/2026).
Bus terbakar hebat setelah menabrak truk tangki BBM hingga menyebabkan 19 orang meninggal dunia. Dari insiden tersebut, hanya dua orang yang selamat, yakni penumpang bernama Ngadiono dan kernet bus ALS, Muhammad Fadli (30). (kompas*)












