BeritaDaerahEkonomi

Kapan Tahun Baru Islam 2026? Ini Jadwal Liburnya

15
×

Kapan Tahun Baru Islam 2026? Ini Jadwal Liburnya

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, resmi menghentikan seluruh operasinya pada Sabtu (2/5/2026). Perusahaan ini menjadi maskapai pertama yang tumbang akibat dampak ekonomi dari perang Iran, terutama lonjakan harga bahan bakar jet yang terjadi dalam dua bulan terakhir.

Keputusan tersebut diambil setelah Spirit Airlines gagal mendapatkan dukungan kreditur terhadap rencana penyelamatan yang diajukan pemerintah AS.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya sempat menawarkan paket pendanaan sebesar 500 juta dollar AS, namun tidak mencapai kesepakatan. Penutupan ini menjadi pukulan besar bagi industri penerbangan dan berpotensi menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan.

Dalam sejarah dua dekade terakhir, belum ada maskapai AS dengan skala seperti Spirit Airlines, yang pernah menguasai sekitar 5 persen penerbangan domestik, mengalami likuidasi.

dilansir CNN, dalam pernyataan resminya, Spirit Airlines menyebut lonjakan harga minyak dan tekanan bisnis lainnya telah memperburuk kondisi keuangan perusahaan secara signifikan. Seluruh penerbangan dibatalkan, dan penumpang diminta tidak datang ke bandara. Berdasarkan data Cirium, Spirit Airlines memiliki lebih dari 4.000 jadwal penerbangan domestik antara 1 hingga 15 Mei 2026, dengan kapasitas lebih dari 800.000 kursi.

Maskapai ini juga telah memberi pemberitahuan kepada Federal Aviation Administration sebelum menghentikan operasinya.

Krisis industri penerbangan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar jet setelah konflik Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sebelumnya, Spirit Airlines memperkirakan harga bahan bakar jet berada di kisaran 2,24 dollar AS per galon pada 2026.

Namun, harga tersebut melonjak hingga sekitar 4,51 dollar AS per galon pada akhir April, membuat perusahaan tidak mampu bertahan tanpa tambahan pendanaan.

Padahal, Spirit sebelumnya sudah berjuang keluar dari kondisi bangkrut. Lonjakan biaya operasional akibat harga bahan bakar membuat rencana restrukturisasi perusahaan gagal.

Sebagaimana dilansir Reuters, pemerintah AS sempat mengajukan skema penyelamatan dengan nilai 500 juta dollar AS sebagai imbalan kepemilikan saham hingga 90 persen.

Tetapi, rencana tersebut mendapat penolakan dari sebagian penasihat pemerintah dan anggota Partai Republik di Kongres. Menteri Perhubungan AS Sean Duffy bahkan mengaku telah mencoba mencari pembeli untuk Spirit, tetapi tidak ada pihak yang berminat mengambil alih maskapai tersebut

Penutupan Spirit Airlines memperlihatkan betapa rentannya maskapai dengan kondisi keuangan lemah terhadap lonjakan biaya akibat konflik global. Selama ini, Spirit Airlines dikenal sebagai maskapai ultra murah yang menekan harga tiket di pasar domestik AS. Namun, model bisnis tersebut semakin sulit bertahan setelah pandemi Covid-19, ketika penumpang mulai beralih ke layanan yang lebih nyaman.

Dengan berhentinya operasi Spirit Airlines, maskapai pesaing seperti JetBlue Airways dan Frontier Airlines diperkirakan akan diuntungkan. Keduanya bahkan telah menawarkan tarif khusus untuk menampung penumpang terdampak.
Maskapai besar lain seperti Southwest, United, dan American Airlines juga ikut menyediakan tiket penyelamatan serta menambah kapasitas di sejumlah rute.
Spirit Airlines AS Tutup, Korban Pertama Perang Iran di Industri Penerbangan. (Kompas*)