BeritaPeristiwa

Jepang Syok Insiden Tank Militernya Menembak ke Dalam, Tiga Tentara Jadi Korban

9
×

Jepang Syok Insiden Tank Militernya Menembak ke Dalam, Tiga Tentara Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Hal yang tidak biasa atau langka, sebuah tank Militer milik Jepang Type 10 meledak dalam latihan menembak pekan lalu. Akibat insiden ledakan itu menewaskan tiga anggota kru di dalamnya.

Peristiwa ini mengejutkan kalangan militer karena ledakan amunisi di dalam kubah tank merupakan kejadian yang jarang terjadi. Kementerian Pertahanan Jepang dan sejumlah pakar sepakat bahwa insiden ini hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

Akibat kecelakaan ini, Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF) menghentikan sementara seluruh latihan penembakan unit tank hingga penyebab pastinya ditemukan. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (21/4/2026) pekan lalu tersebut sekitar pukul 08.40 waktu setempat di area latihan Hijudai, Prefektur Oita.

Ledakan tersebut menewaskan tiga personel di lokasi kejadian, yaitu Kentaro Hamabe (45) Shingo Takayama (31), dan Kozo Kanai (30).

Sementara itu, pengemudi tank yang berada di kompartemen terpisah dilaporkan selamat namun tengah menjalani perawatan intensif akibat cedera serius.

Kepala Staf GSDF Masayoshi Arai menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menekankan betapa tidak lazimnya kecelakaan tersebut. “Saya tidak memiliki ingatan, atau pernah mendengar amunisi meledak di dalam kubah tank,” ujar Arai.

Laporan media menyebutkan bahwa insiden serupa terakhir kali terjadi di Jepang pada tahun 1979 dengan satu korban jiwa. Saat itu, kecelakaan disebabkan oleh kesalahan penanganan oleh awak tank.

Garren Mulloy, profesor hubungan internasional di Universitas Daito Bunka sekaligus pakar isu militer, menyatakan keterkejutannya atas insiden yang melibatkan tank paling canggih milik Jepang tersebut.

Menurutnya, kecelakaan di dalam tank biasanya berkaitan dengan awak yang kurang terlatih atau peralatan tua yang tidak terawat. Namun, dalam kasus ini, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. “Dari usia dan pangkat para pria yang tewas, jelas bahwa mereka adalah profesional yang telah melakukan tugas ini sejak lama, sehingga kemungkinan adanya kesalahan mendasar sangat kecil,” ujar Mulloy.

Investigasi kini difokuskan pada tiga kemungkinan yakni amunisi anti-tank yang digunakan, mekanisme pengisian otomatis alias auto-loader, dan sistem breech atau pangkal laras.

Sebagai informasi, tank Type 10 adalah tank pertama di Jepang yang dilengkapi dengan pengisi otomatis. “Type 10 adalah yang pertama di Jepang yang dipasang dengan pengisi otomatis, yang umumnya tidak terlalu disukai oleh kru karena jika terjadi kesalahan dan pengisi macet, biasanya butuh waktu lama untuk memperbaikinya,” tambah Mulloy.

Mulloy menyarankan agar Jepang segera berkonsultasi dengan negara lain yang mengoperasikan tank dengan meriam smoothbore 120mm, seperti Amerika Serikat (AS), Perancis, Korea Selatan, dan Israel. “Ini adalah kegagalan peralatan kritis yang sangat serius dan jelas masalah ini perlu segera ditangani,” punkasnya. (kompas*)