BeritaPeristiwa

Baru Lima Hari Bekerja, ART Tewas Nekat Terjun dari Lantai Empat Kos di Benhil Jakpus

2
×

Baru Lima Hari Bekerja, ART Tewas Nekat Terjun dari Lantai Empat Kos di Benhil Jakpus

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Dua asisten rumah tangga (ART) yang terjun dari lantai empat rumah sekaligus tempat kos di wilayah Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diketahui belum lama bekerja di lokasi tersebut. Informasi tersebut disampaikan penjaga rumah kos bernama Edi saat ditemui di lokasi, Kamis (22/4/2026) malam.

Edi membenarkan informasi kedua ART itu berinisial D (18) dan R (30). Menurut dia, dirinya tidak mengenal kedua ART tersebut secara dekat. Ia hanya bertegur sapa ketika bertemu di sekitar rumah kos.

“Kalau yang satunya baru lima hari (bekerja),” tuturnya.

Sebagai informasi, ART yang kini dirawat di RS Mintohardjo berinisial R. Ia mengalami patah tangan akibat terjun dari lantai empat rumah kos tersebut. Sementara itu, D (18) tewas setelah kejadian tersebut.

Edi menjelaskan, saat peristiwa dua ART melompat dari lantai empat, ia sedang tidur di pos jaga bagian depan rumah kos. Ia kemudian dibangunkan warga yang melaporkan ada dua perempuan diduga meloncat dari lantai atas bangunan.

Edi menjelaskan, saat peristiwa dua ART melompat dari lantai empat, ia sedang tidur di pos jaga bagian depan rumah kos. Ia kemudian dibangunkan warga yang melaporkan ada dua perempuan diduga meloncat dari lantai atas bangunan. Edi kemudian bangun dan mengikuti petunjuk warga. Ia dibawa ke lokasi tempat dua perempuan tersebut tergeletak.

“Saya lihat satunya diam, yang satu lagi merintih sakit. Saya sempat tanya kepada yang mengeluhkan sakit,” ujar Edi. “Saya tanyakan apakah bos ada di lantai 4, dia jawab ada sedang tidur,” katanya. Tak lama kemudian, ambulans datang dan kedua ART segera dibawa ke rumah sakit.

Pemilik kos tinggal di lantai 4 Edi menjelaskan, rumah kos yang dijaganya memiliki empat lantai. Lantai 1, 2, dan 3 digunakan sebagai tempat kos. Menurut penuturan Edi, secara keseluruhan terdapat 24 kamar kos di tiga lantai tersebut. “Ini kosannya kos campur,” jelas Edi.

Sementara itu, lantai empat dihuni oleh pemilik kos. Namun, menurut Edi, pemilik kos tidak setiap hari berada di lokasi.

“Karena kan punya rumah banyak, kadang di sini, kadang di rumah lainnya. Tapi kalau pas di sini sekeluarga dengan istri dan anaknya,” jelas Edi. Salah satu ART yang terjun dari lantai 4, yakni R, disebut sering mengantar jemput anak pemilik kos ke sekolah. Saat itulah Edi biasanya bertegur sapa dengan R. “Tapi hanya tegur sapa, tidak ngobrol,” katanya.

Dua orang ART terjun dari lantai empat Diberitakan sebelumnya, dua ART perempuan berinisial D (18) dan R (30) terjun dari lantai empat sebuah rumah kos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kedua ART tersebut terjun sekitar pukul 23.00 WIB.

Kejadiannya Rabu (22/4/2026) malam. Setelah kedua ART loncat, ada warga yang melihat kejadian. Langsung ditolong warga,” ujar Roby, Kamis (23/4/2026).

Warga kemudian menghubungi ambulans darurat agar kedua ART itu segera mendapat pertolongan. Namun, D tewas setelah kejadian.

Sementara itu, R mengalami patah tangan dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mintohardjo. Menurut Roby, saat ini R masih dirawat di rumah sakit, tetapi sudah bisa memberikan keterangan awal kepada polisi. Roby mengungkapkan, D dan R nekat terjun diduga karena ingin kabur dari tempat mereka bekerja.

“Betul. Informasi awalnya begitu,” kata Roby. Ia menyampaikan R saat ini belum bisa memberikan keterangan secara rinci karena masih menjalani perawatan.

Namun, saksi ART lain menyebut D dan R tidak betah bekerja di rumah tersebut karena majikan mereka galak. “(Saksi) Enggak ngomong suka disiksa, tapi (majikan) galak. Nah itu kan (galak) bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan,” tambah Roby.

“Kami juga belum tahu karena. Belum selesai pemeriksaan,” jelasnya. Menurut Roby, majikan dari para ART tersebut telah diperiksa oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, tetapi pemeriksaan masih berlangsung.

Saat ditanya lebih lanjut terkait apakah majikan D dan R melakukan penyekapan, Roby menyatakan belum dapat memastikan. (kompas*)