BeritaDaerahPeristiwa

Kelompok Remaja Bersenjata Tajam Resahkan Warga di Kebonharjo Semarang Diamankan Polisi

2
×

Kelompok Remaja Bersenjata Tajam Resahkan Warga di Kebonharjo Semarang Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Sedikitnya delapan orang yang sebagian besar remaja diamankan pihak kepolisian di kawasan Gang 4 Kebonharjo Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Rabu (22/4/2026) dinihari. Mereka diduga hendak kembali melakukan tawuran dengan membawa senjata tajam sekira pukul 03.00 WIB.

Operasi penindakan terhadap kelompok remaja oleh Tim Resmob Elang Utara Polsek Semarang Utara ini sebagai respon atas bentrokan antargeng di wilayah kampung Ujung Seng, Bandarharjo, sehari sebelumnya, Selasa (21/4/2026).

Saat dinterogasi petugas sejumlah pemuda terlihat bertelanjang dada, duduk dan berlutut di atas tanah dengan wajah tegang.

Di belakang mereka, deretan sepeda motor terparkir, diduga menjadi sarana mobilisasi kelompok tersebut.

Katim Resmob Elang Utara, Aiptu Agus Supriyanto, yang dikenal dengan sebutan Agus Arab, yang mengenakan jaket biru bertuliskan “RESERSE” dan “ELANG UTARA” pun sempat menggeledah ponsel dari celana dari salah satu remaja.

Dari ponsel yang diperiksa petugas, ditemukan bukti percakapan dan foto-foto senjata tajam yang mengarah pada rencana tawuran.

Ketegangan berlanjut saat petugas menggiring salah satu pemuda masuk ke gang lebih gelap.

Dengan bantuan senter ponsel, mereka menggeledah tumpukan barang bekas, ban, sepeda tua, hingga kayu-kayu lapuk.

“Neng ndi mau mbok deleh? (Di mana tadi taruh senjata tajam?-red),” desak Aiptu Agus Arab.

Tak lama, satu bilah panjang menyerupai celurit ditemukan tersembunyi di bawah kayu.

Dari lokasi, polisi mengamankan sedikitnya lima senjata tajam rakitan. Bentuknya tidak lazim, berupa bilah besi panjang, melengkung seperti celurit namun berukuran jauh lebih besar.

Sebagian memiliki gagang dari pipa besi panjang menyerupai tombak, sementara lainnya hanya dililit kain atau lakban. Kondisinya kasar dan berkarat, menunjukkan senjata tersebut dibuat secara sederhana namun berbahaya.

Senjata tersebut dikenal secara lokal sebagai “celurit panjang” atau “corbek”, yang kerap digunakan dalam aksi tawuran karena mampu menjangkau lawan dari jarak lebih jauh.

Satu anggota kelompok sempat dipukuli dan disandera

Kasus itu merupakan rangkaian dari tawuran yang terjadi sehari sebelumnya, Selasa (21/4/2026) dini hari.

Bentrokan melibatkan kelompok Kebonharjo dan Kalibaru di kawasan Bandarharjo, wilayah padat penduduk yang juga dikenal memiliki riwayat konflik remaja.

Dalam insiden tersebut, satu orang dari kelompok Kebonharjo sempat menjadi korban penyanderaan.

“Dibawa ke kelompoknya Kalibaru, disekap, sempat pemukulan, tapi itu terjadi di lokasi awal,” kata Aiptu Agus

Namun fakta baru terungkap saat penangkapan dini hari tadi, korban justru kembali berada bersama kelompok yang sebelumnya menyanderanya.

“Yang disandera malah ikut dengan kelompok itu lagi, jadi ada yang kenal atau temannya dari kelompok penyandera,” imbuh dia.

Polisi memastikan, saat para pemuda diamankan, mereka belum sempat bentrok. Namun rencana tawuran sudah tersusun rapi.

“Belum terjadi. Tapi di HP-nya ada janjian lagi,” tegas Aiptu Agus.

Para pemuda kemudian digiring keluar gang secara berbaris, tangan memegang pundak satu sama lain.

Di lokasi, petugas juga memberikan pembinaan sebagai efek jera.

Para pemuda diminta melakukan gerakan disiplin di bawah pengawasan polisi.

Saat ini, kedelapan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Semarang Utara.

Polisi juga masih mendalami identitas, peran masing-masing, serta kemungkinan keterlibatan jaringan kelompok lain.

Dari hasil awal, diketahui tidak semua pelaku masih di bawah umur, bahkan ada yang telah berkeluarga.

Sebelumnya, aksi tawuran di Kebonharjo sempat membuat warga ketakutan.

Bentrokan yang terjadi dini hari, disertai senjata tajam, dinilai sangat membahayakan karena berlangsung di tengah permukiman.

Warga berharap ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menegaskan pihaknya akan meningkatkan patroli dan penindakan. Polsek Semarang Utara telah membentuk tim khusus (timsus) dari Resmob Elang Utara, beranggotakan empat penegak hukum beserta para petugas piket yang berjaga di Mapolsek Semarang Utara. “Sudah sepekan ini beroperasi, setiap malam akan kami intensifkan untuk patroli dan penindakan. Kami berupaya memberantas aksi tawuran antar kelompok yang meresahkan warga,” ungkap Kompol Heri Sumiarso. (tribun*)