JAGABERITA.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyebutkan permohonan visa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ingin bekerja di Turki melonjak. Hal ini disampaikan Wamen bersama Dubes Turki untuk RI Talip Küçükcan serta Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas saat membahas lonjakan visa pekerja migran ke Turki.
Pertemuan yang juga membahas solusi atas lonjakan permohonan visa pekerja migran Indonesia (PMI) itu berlangsung di Kantor Kemlu RI di Jakarta pada Senin (6/4/2026).
“Permohonan visa kerja untuk pekerja migran Indonesia ke Turki meningkat cukup tajam dalam setahun terakhir, bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Wamen.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data yang disampaikan Dubes Talip, pada periode November 2024-April 2025 tercatat sekitar 6.700 aplikasi visa kerja.
Sementara pada periode yang sama, November 2025-April 2026, jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar 12.000 aplikasi, dengan 6.500 di antaranya masih dalam proses.
Menurut wamen, peningkatan ini perlu direspons dengan langkah strategis agar proses penempatan tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan bagi para PMI.
“Melalui forum tersebut, kita berupaya merumuskan langkah antisipasi dan mitigasi agar ke depan proses penempatan dapat berjalan lebih baik dan kendala yang ada saat ini bisa diminimalisir,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Turki mengakui kontribusi PMI, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara tersebut.
Sektor pariwisata Turki menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 63,9 juta orang pada 2025.
“Ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata di sana cukup besar, dan pekerja migran Indonesia memiliki peluang berkontribusi di sektor tersebut,” katanya.
Wamen berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret sehingga PMI yang saat ini tengah menunggu proses visa dapat segera diberangkatkan.
“Kami berharap ada solusi konkret dari pertemuan ini, sehingga para pekerja migran kita yang sudah menunggu dapat segera terlayani dan berangkat bekerja ke Turki secara aman dan prosedural,” pungkas Wamen. (ant*)












