JAGABERITA.ID – Program pilah sampah mandiri yang digencarkan di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, sejak Februari 2026 mulai menunjukkan hasil. Pengurangan sampah organik dari wilayah tersebut disebut mencapai 6,5 ton per hari.
Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh, mengatakan pengurangan itu berasal dari pemilahan sampah organik sejak dari rumah warga sebelum diolah di TPS 3R yang berada di RW 07.
“Informasi yang saya dapati, per hari itu sudah ada pengurangan sampah organik sebesar 6,5 ton. Itu baru organiknya saja,” katanya saat ditemui, Jumat (8/5/2026).
Ahmad menjelaskan, program pemilahan sampah mulai digencarkan setelah Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjadikan Jakarta Utara sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah.
Rorotan kemudian ditunjuk sebagai kelurahan percontohan program pilah sampah. Ia mengatakan, setiap rumah kini mendapat wadah pemilahan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik kemudian dibuang warga ke drop point yang disiapkan di tiap RT sebelum diangkut petugas PPSU dan Suku Dinas Lingkungan Hidup menuju TPS 3R.
“Dalam setiap RT itu ada dua drop point. Kalau RT-nya luas, kita menyiapkan sampai empat drop point. Dari drop point itu, nanti sampahnya diangkut oleh PPSU ke TPS 3R RW 07, yang selanjutnya dijadikan bubur,” jelasnya.
Di TPS 3R RW 07, sampah organik warga diolah menjadi bubur untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan maggot. “Ketika sudah jadi bubur, itu dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, baik bebek, maggot, ayam, maupun pakan lele yang kebetulan ada di sini (Rorotan),” ungkapnya.
Sementara itu, sampah kering yang tidak dapat diolah dan residu akan dialihkan ke fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.
Menurut Ahmad, pemilahan saat ini masih difokuskan pada dua jenis sampah, yakni organik dan anorganik. Langkah itu dilakukan agar masyarakat terbiasa memilah sampah secara bertahap. “Kita mainkan untuk dua dulu. Tingkat pendidikan dan pemahaman masyarakat ini kan tidak semuanya sama. Kemauan masyarakat juga belum tentu mau kalau dirasa terlalu repot,” ujarnya.
Kader Gerakan Pilah Sampah RW 07, Nani Darsonowati (46), mengatakan edukasi pemilahan sampah sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu, namun kembali digencarkan pada Februari 2026. (kompas*)












