BeritaEkonomi

Seru, Ngabuburit Ala Yamaha Bareng Awak Media Jateng dan DIY di Event “Media Riding” Semarang

6
×

Seru, Ngabuburit Ala Yamaha Bareng Awak Media Jateng dan DIY di Event “Media Riding” Semarang

Sebarkan artikel ini

Meski cuaca kurang mendukung, diawali turun hujan cukup deras, Minggu (8/3) siang, namun tetap terasa keseruan dalam kegiatan Media Riding Yamaha yang diikuti belasan awak media di Jawa Tengah dan DIY. Sebab, dalam event kali ini, Yamaha mengajak awak media mencoba pengalaman baru selain touring naik motor juga diperkenalkan dengan olahraga menembak. Kegiatan menembak ini diikuti semua peserta setelah sukses melibas jalanan ekstrem dan kepadatan suasana kota bertambah terutama di saat jam sibuk, dan sore hari menjelang waktu buka puasa. Dengan kesigapan tim pengawalan yang membuka jalan sehingga peserta menempuh perjalanan dengan lancar dan sampai ke lokasi kegiatan sesuai jadwal yang direncanakan. Setiap awak media memakai kendaraan masing -masing beragam tipe, mulai NMax Turbo, Lexi 155 cc, Filano, dan Gear Ultima. Rute riding dilepas dari FSS Yamaha Pemuda menuju Gor Jatidiri (Gajahmungkur) untuk latihan menembak. Kemudian melanjutkan ke titik berikutnya, Kandang Ingkung (Ngaliyan) untuk berbuka puasa bersama, sebelum kembali lagi ke FSS Yamaha Pemuda.

Sepanjang perjalanan, trek yang dilintasi pun beragam mulai diantaranya dari jalanan turunan dan tanjakan ekstrem berhasil ditaklukkan, seperti tanjakan ekstrem di jalan Jatibarang (Mijen), kemudian Jalan Sultan Agung -Gor Jatidiri (Gajahmungkur), sampai Jalan Pawiyitan Luhur Bendan Duwur (Gajahmungkur). Peserta menempuh jarak sekitar 11 Kilometer, dengan kecepatan rata -rata 50-70 km/jam.

Di markas klub menembak Roda Kompas yang berada di komplek GOR Jatidiri, peserta diberikan briefing terkait keamanan dalam latihan menembak. Seperti memakai alat pelindung diri kacamata, dan pengenalan senjata, dan teknik memegang senjata, trik membidik target agar tepat sasaran. “Memang ini pertama kali saya ikut menembak, sehingga agak sulit. Karena terlalu kaku, membuat tangan cepat terasa pegal, dan juga butuh kesabaran serta konsentrasi tinggi,”kata Ikhsan, dari Solopos.

“Tapi setelah berhasil membidik dan mengenai sasaran rasanya seru dan asyik. Dan pengen coba menembak lagi dan lagi,”paparnya.

Dimas Guruh Ramadhan, salah satu coch menembak, menambahkan, agar terampil menembak butuh ketenangan dan kesabaran ekstra, karena kalau tidak tenang dan panik akan sulit mengenai target. “Butuh konsentrasi tinggi dan harus fokus itu wajib agar bisa tepat saat menembak. Selain hal yang utama adalah memenuhi standar prosedur keamanan saat latihan menembak,”jelas Dimas. (Yuli)