JAGABERITA.ID – Pihak berwenang Iran mendeklarasikan masa berkabung selama 40 hari usai Pemimpin Tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan meninggal dalam serangan bersama Amerika Serikat-Israel.
Media semi pemerintah Iran, Fars, yang melaporkan pemerintahan Iran mendeklarasikan 40 hari berkabung dan tujuh hari libur nasional.
Fars juga sebelumnya mengonfirmasi kematian Khamenei. Stasiun Televisi pemerintah Iran IRIB turut melaporkan informasi serupa.
“Pemimpin tertinggi Iran telah syahid,” demikian laporan IRIB, dikutip CNN, Minggu (1/3).
Konfirmasi dari media pemerintah Iran itu muncul usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan Khamenei meninggal dalam serangan dua negara itu.
Ali Khamenei sudah meninggal. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” ujar Trump pada Sabtu (28/2).
Serangan bersama AS-Israel juga menyebabkan anak perempuan, cucu, hingga menantu Khamenei meninggal.
Selain itu, mereka yang dilaporkan meninggal bersama Khamenei adalah Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.
Gempuran AS-Israel juga menyebabkan 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka.
Meski sudah meluluh-lantakkan Iran, Trump dan Netanyahu bersumpah bakal terus menggempur negara tersebut hingga rezim berganti. (CNN*)












