BeritaDaerahEkonomi

Usai Idulfitri, Harga Pangan Cabai dan Daging Ayam di Pasaran Tetap Tinggi

2
×

Usai Idulfitri, Harga Pangan Cabai dan Daging Ayam di Pasaran Tetap Tinggi

Sebarkan artikel ini
Pedagang cabai pasar Johar melayani pembeli di lapaknya
Pedagang cabai pasar Johar melayani pembeli di lapaknya

JAGABERITA.ID – Usai Hari Raya Idulfitri 2026, harga kebutuhan pangan terutama seperti cabai di pasar tradisional maupun pasar modern terpantau relatif masih tetap tinggi namun dibawah kisaran harga saat mendekati Lebaran. Harga yang masih tinggi juga terjadi pada bahan pangan lainnya yaitu bawang merah dan bawang putih, dan daging ayam maupun daging sapi.

Seperti pantauan harga cabai di Pasar Johar harga cabai jenis rawit merah dijual dikisaran Rp 75 ribu/kg. Dibandingkan dengan harga cabai rawit menjelang lebaran mencapai Rp 90-100 ribu/kg. Sedangkan harga bawang merah juga masih dikisaran Rp 40-45 ribu/kg lebih rendah dibandingkan Rp jelang lebaran dijual Rp 50-55 ribu/kg. Fluktuasi harga yang masih tinggi juga diikuti harga daging ayam Rp 45-50 ribu/kg dari sebelum lebaran Rp 55 ribu/kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengatakan, bahwa setelah lebaran harga di pasar tradisional maupun pasar modern masih relatif stabil tinggi.

“Terutama pada cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan daging sapi yang tinggi. Sedangkan untuk telur naiknya sedikit Rp 1000-2000 ribu/kg. Kalau beras, gula dan minyak goreng terpantau juga masih stabil,”ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Endang menjelaskan, bahwa dari pantauan harga pada Jumat (27/4) kemarin harga mulai turun jika dibandingkan menjelang lebaran. “Misalnya, harga cabainya Rp 75 ribu /kg, bawang merah Rp 40-45 ribu /kg. Bawang putih Rp 35-40 ribu/kg. Terus yang masih tinggi harga ayam berkisar Rp 45-50 ribu/kg. Dan daging sapi dijual dengan harga berkisar Rp 140-150 ribu/kg,”katanya.

Endang juga menyebut, masih terjaganya harga bahan pangan karena belum semua pedagang yang membuka lapaknya usai merayakan lebaran. “Masih banyak pedagang yang belum berjualan juga karena masih dalam suasana lebaran. Selain itu, yang mrmbuat harga cenderung tinggi, karena permintaan bahan pangan meningkat untuk keperluan kegiatan warga seperti tradisi syawalan dan halalbihalal,”paparnya.

Menurut Endang, untuk menekan lonjakan harga, Pemerintah Kota Semarang telah menggencarkan Gerakan Pangan Murah yang tersebar di setiap kelurahan menjelang lebaran.

“Ini sangat membantu masyarakat untuk bisa membeli bahan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhannya sampai setelah lebaran agar tercukupi, tampaknya juga membuat harga dan ketersediaan barang terjaga. Program “Pak Rahman” juga menyediakan bahan mulai dari daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih dan lainnya. Selanjutnya, Bazar Murah yang dipusatkan balaikota didukung Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah juga menjual cabai kering dan cabai basah seperempat kilogram hanya seribu rupiah,”imbuhnya.

Untuk mengintervensi harga cabai melambung menjelang lebaran di sejumlah pasar tradisional, pihaknya mendatangkan komoditas dari Temanggung, dibantu dengan provinsi Jawa Tengah yang memberikan, subsidi harga cabai Rp 65 ribu/kg. Lebih murah yang dijual di pasaran Rp 90-100 ribu/kg.

“Setiap pasar diberikan 200 kg, secara psikologis penjual tidak menjual cabai terlalu mahal. Atas intervensi di Johar dan Karangayu harga yang melambung langsung turun dalam hitungan jam, datang jam 10, jam 12 sudah mulai turun,”pungkasnya.

Salah satu pedagang Johar, Milah mengaku, harga cabai masih tinggi, misalnya jenis rawit merah dijual Rp 75/kg. Menurutnya harga cabai sempat melonjak Rp 100 ribu/kg, sebelum H-3 lebaran. “Harganya tergantung stok, kalau barangnya banyak harga bisa jatuh, tapi kalau stok kosong naiknya dua kali lipat, dari harga normal,”ujarnya. (yuli)