BeritaDaerahPeristiwa

Sejumlah Pohon Roboh, Pemkot Semarang Imbau Warga Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

8
×

Sejumlah Pohon Roboh, Pemkot Semarang Imbau Warga Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan pemotongan pohon tumbang yang menutup akses jalan.
Petugas melakukan pemotongan pohon tumbang yang menutup akses jalan.

JAGABERITA.ID – Diterjang hujan deras dan angina kencang menyebabkan kejadian pohon tumbang an banjir di sejumlah titik di kota Semarang pada Rabu (18/12/2026). Adanya cuaca ekstrem ini sempat berdampak pada tersendatnya arus lalu lintas.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi, antara lain di depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Suratmo samping BNI, depan Posko PMK Induk. Akibatnya, menimbulkan kerugian bagi warga baik itu kendaraan yang terparkir, dan pengendara serta menimpa rumah warga di Tambak Boyo. Bahkan, cuaca buruk tersebut juga mengakibatkan papan baliho di Kebonharjo roboh dan atap dapur SPPG di Mangkang Kulon ikut terangkat oleh terpaan angin kencang.

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat menangani dampak yang terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kota Semarang. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bersama perangkat daerah terkait, penanganan langsung dilakukan dengan mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan material yang menutup akses jalan. Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan kondisi di lapangan agar aktivitas masyarakat khususnya pengguna jalan kembali normal.

Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. Pemerintah Kota Semarang juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, khususnya kawasan dengan pepohonan besar dan area yang sebelumnya tercatat memiliki kerentanan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.

“Kami telah melakukan sosialisasi melalui media sosial agar masyarakat tidak parkir maupun berteduh di bawah pohon saat hujan lebat dan angin kencang. Selain itu, sebagai langkah mitigasi, dalam beberapa bulan terakhir, Disperkim telah merapikan dan memangkas pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang, khususnya di kawasan dengan intensitas aktivitas masyarakat tinggi,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, masyarakat dapat berperan aktif dengan menyampaikan laporan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.

“Laporan bisa disampaikan melalui Lapor Semar, surat aduan kepada Pemkot Semarang melalui Wali Kota maupun Disperkim, atau melalui media sosial resmi Disperkim agar dapat segera kami tindak lanjuti,” pungkas Pipie, sapaan akrabnya. (yuli)