BeritaParlemen

Ketua DPRD : Risiko Tinggi, Jembatan Darurat Amblas Kena Banjir Kini Dibangun Warga

9
×

Ketua DPRD : Risiko Tinggi, Jembatan Darurat Amblas Kena Banjir Kini Dibangun Warga

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman

JAGABERITA.ID – Akhirnya warga RW 7 di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, tetap membangun kembali jembatan darurat secara swadaya karena beberapa waktu lalu hanyut oleh banjir. Amblasnya jembatan satu satunya akses jalan warga tersebut membuat beberapa pekan warga terpaksa terisolir dan praktis hanya mengandalkan perahu rakit untuk menyeberang.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kadarlusman, bahwa hal ini karena keinginan warga untuk tetap beraktivitas sehari-hari dan akses ekonomi warga lancar. “Meski darurat, dari bambu bisa untuk akses oleh warga, dilalui kendaraan roda dua dan aktivitas ekonomi warga. Memang, risikonya juga tinggi, karena kekuatannya juga tidak seperti jembatan yang permanen,”ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Warga pun bergotong -royong membangun jembatan darurat didukung oleh sejumlah pasukan Kodim Semarang yang datang untuk ikut kerjabakti, dan sumbangan dari tokoh masyarakat dan seluruh warga. “Alhamdulillah bisa terbangun, kami juga tetap meminta BBWS Pemali -Juana dan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) bisa membuat jembatan agar nantinya permanen untuk memudahkan akses warga,”katanya.

Pilus, sapaan akrab ketua DPRD juga mengimbau masyarakat untuk bersabar masih terbatasnya akses jembatan warga. “Kami terus mendorong agar jembatan bisa dibangun, baik itu jembatan gantung atau jembatan beton yang lebih kuat,”pungkas Pilus.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto pihaknya akan meningkatkan aksesibilitas jalan warga berupa sarana jembatan, memang saat ini masih terkendala dengan anggaran. “Kalau memungkinkan kami ajukan di tahun 2026 ini, mudah -mudahan disetujui dan mulai pembangunan tahun 2027. Ini didahului pembuatan Feasibility study (FS) dan Detail Engineering Desaig (DED).
Nantinya pembangunan fisik melalui proses lelang,”katanya.

Suwarto menjelaskan, karena jembatan terkena bencana, pemerintah kota Semarang juga berkoordinasi dengan pusat melalui BBWS, Balai Pelasanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk penanganan jembatan.

“Kalau untuk perkerasan jalan inspeksi warga keberatan harus memutar jauh. Pembangunan jembatan itu akan diusulkan anggaran perubahan, karena jembatan darurat sangat rentan jika ada hujan deras. Kami berupaya untuk tetap meminta bantuan dari pusat baik BBWS Pemali-Juana dan Balai Pelaksanaan Jembatan Nasional (BPJN),”paparnya. (yuli)