BeritaPendidikanPeristiwa

Insiden Latsarmil : Jenazah Novia Dimakamkan Malam Hari

12
×

Insiden Latsarmil : Jenazah Novia Dimakamkan Malam Hari

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Jenazah Novia Rahmadhani Sihotang (25), siswa Latsarmil (Latihan Dasar Kemiliteran) untuk program SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) dan KNMP (Koperasi Nelayan Merah Putih), tiba di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (24/6/2026) sore. Setelah disemayamkan sekitar 30 menit di kediaman orang tuanya, jenazah Novia selanjutnya dibawa ke masjid untuk disalatkan.

Pantauan di rumah duka, jenazah dibawa dengan menggunakan ambulans milik STM (Serikat Tolong Menolong) di lingkungan tempat tinggal keluarganya, setelah disalatkan, jenazah Novia langsung dibawa ke tempat pemakamam umum, di areal perbukitan malam harinya.

Jenazah Novia dimakamkan dengan diiringi berupa alat penerangan seadanya. Keluarga dan masyarakat membantu proses pemakamam almarhum.

Suasana haru masih terus terlihat. Isak tangis orang tua, dan keluarga kembali pecah, ketika jenazah dibawa ke dalam liang kubur.

Syawaluddin Sihotang, ayah Novia terlihat tegar. Ia memeluk anak-anaknya yang lain. Ada adik dan kakak-kakak Novia, yang ikut ke pemakamam. Proses pemakamam berjalan lancar. Hingga pukul 19.15 WIB, keluarga dan masyarakat meninggalkan pemakaman, dan kembali ke rumah duka.

Sebelumnya diketahui, satu orang warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, meninggal dunia, saat mengikuti Latsarmil (Latihan Dasar Kemiliteran) di Jakarta, sebagai siswa untuk program SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) untuk program KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih), Selasa (23/6/2026) sore.

Siswa itu diketahui bernama Novia Rahmadhani Sihotang (25), warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. “Kemarin sore atau Selasa(23/6/2026), kami mendapat kabar anak kami sudah meninggal dunia,” ungkap Syawaluddin Sihotang, orang tua Novia, saat ditemui dikediamannya, Rabu (25/6/2026).

Syawaluddin mengatakan, Novia yang merupakan anak kelima dari enam bersaudara itu, berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan dan latihan, untuk program SPPI KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) dan KNMP (Koperasi Nelayan Merah Putih di Pusat Bahasa Kodiklatlau.

“Dia berangkat sejak 13 Juni 2026 kemarin, untuk mengikuti kegiatan itu. Dan rencananya selama satu bulan di sana,” ujar Syawal.

Syawal menyampaikan, saat putrinya berangkat, semua dalam kondisi sehat. Dan sekitar dua hari sebelum mendapat kabar buruk itu, Novia masih berkomunikasi dengan keluarga. “Ada kemarin, masih bertelepon dengan keluarga. Dan kami tidak menyangka dapat kabar duka ini,” kata Syawal. (kompas*)