BeritaDaerahEkonomi

Harga Cabai di Semarang Makin Pedas, Walikota Semarang Gencarkan Pasar Murah

9
×

Harga Cabai di Semarang Makin Pedas, Walikota Semarang Gencarkan Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat meninjau harga pangan memasuki minggu kedua bulan Puasa dan mendekati Lebaran di Superindo
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat meninjau harga pangan memasuki minggu kedua bulan Puasa dan mendekati Lebaran di Superindo

JAGABERITA.ID – Walikota Semarang, Agustina Wilujeng menyiapkan langkah intervensi dengan menggelar gerakan pasar murah untuk menekan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan strategis seperti cabai di pasaran yang tembus diharga Rp 90 ribu perkilogram. Upaya intervensi tersebut, disampaikan Walikota Semarang, usai melakukan pantauan harga di pasar tradisional dan pasar modern, yaitu di pasar Peterongan, Karangayu dan Superindo Jalan Sriwijaya bersama jajaran Forkompimda, Satgas Pangan Jawa Tengah, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan instansi terkait, Rabu (4/3/2026).

“Hasil pantauan harga di pasar tadi masih cukup bagus, tapi harga cabai aja yang cenderung kontraksi, sudah sampai Rp 90 ribu/kg yang seharusnya harga eceran tertinggi (HET)nya Rp 78 ribu/kg,”ujarnya.

Agustina mengatakan, pihaknya akan segera siapkan pasar murah melalui Semar Kempling di setiap kelurahan. Sehingga harapannya harga cabai tidak melonjak lagi sampai mendekati Lebaran.

“Sedangkan harga beras rata -rata masih normal, yang melejit tinggi memang cabai rawit di Pasar Peterongan. Untuk itu, kepala dinas ketahanan pangan saya minta melakukan hal perlu dilakukan untuk menurunkan harga cabai,”imbuhnya.

Agustina juga menyoroti perbedaan harga telur antara pasar tradisional dan pasar modern. Saat ini, harga telur di pasar tradisional masih berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram, sekitar Rp 2 ribu lebih mahal dibandingkan di pasar modern. “Ini menjadi catatan bagi kami agar distribusi dan stabilitas harga bisa terus dijaga, sehingga masyarakat tidak terbebani,” pungkasnya. (yuli)