BeritaDaerahEkonomiGaya Hidup

Sembelih Hewan Kurban, Lapas Perempuan Semarang: Momentum Perkuat Kepedulian Sosial di Hari Raya Iduladha

8
×

Sembelih Hewan Kurban, Lapas Perempuan Semarang: Momentum Perkuat Kepedulian Sosial di Hari Raya Iduladha

Sebarkan artikel ini
Suasana pembagian daging hewan kurban di Lapas Perempuan Kelas II A Semarang, Rabu (27/5/2026).
Suasana pembagian daging hewan kurban di Lapas Perempuan Kelas II A Semarang, Rabu (27/5/2026).

JAGABERITA.ID – Masih dalam suasana lebaran Iduladha 1447 H, Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud nyata rasa syukur sekaligus penguatan nilai kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan.

Sebanyak 12 ekor kambing disembelih dalam kegiatan kurban tahun 2026 ini. Proses penyembelihan dilakukan oleh petugas jagal yang bekerja sesuai dengan syariat Islam, sehingga pelaksanaan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kehati-hatian.

Usai penyembelihan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan dan pendistribusian daging kurban. Daging kurban tidak hanya diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga disalurkan kepada masyarakat sekitar Lapas serta keluarga WBP sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Kalapas Perempuan Kelas IIA Semarang, Darmalingganawati menyampaikan, pelaksanaan kurban ini bukan hanya menjadi ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas antara petugas, warga binaan, serta masyarakat sekitar. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di Lapas Perempuan Semarang,” ujarnya.

Darmalingganawati juga menegaskan bahwa kegiatan kurban menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, mempererat silaturahmi, serta mendukung proses pembinaan di dalam Lapas.

Kegiatan sosial kali ini dari awal sampai selesai dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. “Melalui momentum Iduladha ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang berharap nilai keikhlasan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga dan menjadi budaya positif di lingkungan pemasyarakatan,”pungkasnya. (yuli)