BeritaPeristiwa

Enam Hari Usai Insiden Ledakan Kapal di Selat Hormuz, Dua Pelaut Asal Luwu Masih Hilang

6
×

Enam Hari Usai Insiden Ledakan Kapal di Selat Hormuz, Dua Pelaut Asal Luwu Masih Hilang

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Enam hari setelah dilaporkan mengalami serangan saat berlayar menuju Selat Hormuz pada Jumat (6/3/2026), nasib kru kapal tugboat Musaffah II hingga kini belum diketahui secara pasti. Minimnya informasi yang kredibel membuat keluarga Kapten Miswar Paturusi dan Chief Engineer (CE) Sirajuddin masih diliputi kecemasan. Kedua keluarga terus menanti kabar dari pihak berwenang mengenai kondisi para kru kapal yang terdampak memanasnya situasi di selat Hormuz imbas perang Iran-Amerika Serikat.

Keluarga Masih Menunggu Kabar Di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, suasana harap dan cemas masih menyelimuti rumah keluarga kedua pelaut itu.

Istri Kapten Miswar dan istri CE Sirajuddin tetap menunggu perkembangan informasi sambil berharap ada kabar baik dari proses pencarian yang masih berlangsung.

Sementara itu, di kediaman istri Kapten Miswar, Marliani Ahmad di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, suasana harap masih terasa. Marliani mengaku terus mengikuti perkembangan informasi sambil berharap ada kabar baik mengenai suaminya.

Hal serupa juga dirasakan Sri Dewi, istri Chief Engineer Sirajuddin. Meski diliputi kecemasan, ia tetap berusaha kuat demi keluarga sambil menanti kepastian mengenai nasib suaminya.

Alumni Pelayaran Ikut Pantau Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM) juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa Kapten Miswar Paturusi (50). Kapten Miswar diketahui merupakan alumni angkatan ke-15 sekolah pelayaran yang kini dikenal sebagai Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.

Ketua Umum DPP CABM periode 2022–2027 Capt Agus Salim mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah menerima informasi awal terkait insiden tersebut.

“Konfirmasi dari KBRI Muscat, Oman. Sampai hari ini pencarian masih dilakukan, namun hingga saat ini belum ada info adanya korban hilang yang ditemukan,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026) sore.

Menurut Agus, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan perusahaan tempat Kapten Miswar bekerja di Abu Dhabi guna memperoleh perkembangan terbaru. “So far lancar, tiap hari komunikasi. Hanya saja memang belum ada updatenya,” katanya.

Pencarian Masih Berlangsung Agus menjelaskan hingga kini kru kapal maupun badan kapal tugboat Musaffah II belum ditemukan oleh otoritas terkait yang melakukan pencarian.

“Sampai sekarang foto kapalnya juga pun belum update,” ujarnya.

Agus menegaskan organisasi alumni akan terus memantau perkembangan penanganan insiden tersebut serta memberikan dukungan moral kepada keluarga Kapten Miswar maupun CE Sirajuddin.

Menurutnya, DPP CABM juga berkomitmen mengawal komunikasi dengan berbagai pihak terkait agar informasi yang diterima keluarga dan publik tetap transparan. “Kami berkomitmen memberikan dukungan moral dan pendampingan yang diperlukan kepada keluarga,” paparnya.

Koordinasi dengan otoritas Indonesia di luar negeri juga terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap kru kapal asal Indonesia yang terlibat dalam pelayaran tersebut.

“KBRI Muscat juga sudah melakukan koordinasi dan monitoring kepada semua kru Indonesia yang terlibat,” imbuhnya.

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus ini, DPP CABM mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Agus meminta semua pihak menunggu keterangan resmi dari keluarga, perusahaan, maupun otoritas yang berwenang. “Kami mengimbau agar masyarakat menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” pintanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan doa bagi keselamatan Kapten Miswar dan para kru kapal.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral dan doa bagi keselamatan serta ketabahan keluarga Capt Miswar,” jelasnya.
Kedua keluarga berharap proses pencarian segera membuahkan hasil sehingga mereka mendapatkan kepastian mengenai kondisi para kru kapal Musaffah II yang terlibat dalam insiden tersebut.(kompas*)