JAGABERITA.ID – Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi V, Lasarus melaksanakan kunjungan kerja ke Stasiun Semarang Tawang pada Jumat (20/2). Kunjungan ini dilakukan untuk mendukung percepatan penanganan secara langsung terkait dampak banjir terhadap operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang oleh lintas sektor.
Rombongan Komisi V DPR RI diterima oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin , Direktur Pengelolaan Sarana dan Prasarana KAI, serta Executive Vice President KAI Daop 4 Semarang beserta jajaran manajemen. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Perhubungan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR serta Kepala BMKG.
Ketua Komisi V DPR RI menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif guna memastikan pembangunan dan peningkatan layanan transportasi berjalan optimal.
“Wilayah Semarang sebagai kawasan padat memiliki potensi besar bagi pengembangan layanan perkeretaapian, namun masih menghadapi persoalan infrastruktur serius seperti penurunan tanah, longsor, banjir, dan ancaman aliran sungai terhadap jalur rel. Saya minta semua pihak mempunyai rencana penanganan komprehensif serta kejelasan timeline koordinasi lintas instansi agar solusi tidak bersifat parsial. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan fasilitas, standar keselamatan, serta kesiapan menghadapi lonjakan penumpang saat Angkutan Lebaran benar-benar siap, sehingga masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal,” ujar Lasarus.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menambahkan bahwa perusahaan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui modernisasi sarana, peningkatan prasarana, serta penguatan standar keselamatan perjalanan kereta api.
“Kunjungan kerja ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, regulator, dan operator transportasi dalam mendukung peningkatan layanan publik di sektor perkeretaapian terutama dalam penanganan banjir di daop 4 Semarang,”ujarnya.
Adapun upaya yang dilakukan KAI dalam meminimalisir dampak banjir terhadap operasional kereta api, yaitu peninggian jalur KA di titik-titik rawan banjir, pembersihan dan normalisasi saluran drainase secara berkala dan menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) serta koordinasi lintas lembaga guna percepatan solusi jangka panjang.
Harapannya kegiatan dewan yang didampingi dari lintas sektor ini dapat mendorong percepatan peningkatan kualitas infrastruktur serta layanan transportasi di Jawa Tengah. (yuli)












