BeritaEkonomi

Kemenhub Sebut Trans Sumatra Railway Jadi Solusi Transportasi Terintegrasi

8
×

Kemenhub Sebut Trans Sumatra Railway Jadi Solusi Transportasi Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal

JAGABERITA.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut pengembangan Trans Sumatra Railway atau jalur kereta Trans Sumatra dapat menghadirkan simpul transportasi terintegrasi di berbagai wilayah guna memperkuat konektivitas dan mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.

“Iya, (pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat) terintegrasi dengan baik, aman, nyaman,” ujar Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal, Selasa (4/8/2026).

Risal menjelaskan pengembangan Trans Sumatra Railway mengedepankan pembangunan simpul transportasi yang saling terhubung secara optimal.

Menurut Risal, Kementerian Perhubungan tidak secara khusus membahas pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), melainkan memprioritaskan simpul integrasi antarmoda yang aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

“Saya tidak bicara TOD. Tapi bentuk simpul yang terintegrasi. Bisa hub dan lain-lain. TOD itu begitu bangunan tambahan lainnya, bisa hotel, bisa apa, justru kawasan pabrikan, gitu. Saya bicara simpulnya nih, suatu simpul integrasi,” jelas Risal.

Risal memastikan pengembangan Trans Sumatra Railway akan melahirkan simpul-simpul transportasi baru dengan berbagai model sesuai kebutuhan pelayanan dan karakteristik wilayah di Pulau Sumatera.

Simpul transportasi tersebut diharapkan memperkuat integrasi antarmoda sehingga perpindahan penumpang maupun barang berlangsung lebih efisien serta meningkatkan konektivitas antarkawasan di Sumatera.

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pengembangan proyek Trans Railway Sumatra (jalur kereta Trans Sumatra) rute Banda Aceh hingga Bandar Lampung tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (4/6) Menhub mengatakan pemerintah mencari berbagai skema pembiayaan alternatif guna mendukung percepatan pembangunan jaringan perkeretaapian tersebut.

“Kita tentu harus berinovasi ya, kita tidak tidak hanya menggantungkan dari anggaran pemerintah saja. Tapi kita harus berinovasi supaya kita bisa mendapatkan pendanaan di luar APBN,” kata Menhub.

Pemerintah telah membentuk tim khusus untuk mengkaji pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra dengan panjang sekitar 1.700 kilometer (km) yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan tindak arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan jaringan rel perkeretaapian di luar Jawa.

Bobby mengaku pihaknya segera melakukan pengkajian terkait proyek pengembangan jalur kereta api tersebut bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Danantara, termasuk Kementerian Perhubungan.

Adapun kebutuhan pendanaan proyek tersebut ditaksir mencapai sekitar 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 350 triliun.

Saat ini jaringan rel aktif di Sumatra masih terpisah-pisah dan belum saling terkoneksi secara penuh. KAI menetapkan pembangunan jalur Banda Aceh-Besitang sebagai prioritas utama dalam tahap awal proyek Trans Sumatera tersebut. (ant*)