JAGABERITA.ID – Bupati Cianjur Wahyu Ferdian menyebut kebakaran kawasan Gunung Gede sudah mencapai sekitar 20 hektare. Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama unsur gabungan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran kembali meluas seiring puncak musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino.
“Kita tetap ada personel yang berjaga di sana,” ujar Wahyu di Cianjur, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya disebabkan aktivitas manusia, tetapi juga dipengaruhi kondisi alam, terutama cuaca kering yang diperparah oleh El Nino.
“Dengan El Nino yang saat ini kondisinya kuat menuju sangat kuat, kebakaran secara alami bisa terjadi kapan saja,” katanya.
Pemkab Cianjur menyiagakan personel dari berbagai elemen untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Armada dan peralatan pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan juga disiapkan.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yuriko Hadi mengatakan Polres Cianjur juga menyiagakan hampir 700 personel untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Personel tidak hanya ditempatkan di tingkat Polres, tetapi juga disiagakan di sejumlah Polsek jajaran.
Polres Cianjur juga meminta dukungan Batalyon B Brimob Polda Jawa Barat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
“Kami siagakan hampir 700 personel. Kami siagakan bukan hanya tingkatan Polres, tapi kami juga siagakan di Polsek-Polsek jajaran. Termasuk kami meminta bantuan kepada Batalyon B Brimob Polda Jawa Barat,” ujar Alex.
Ia menegaskan kesiapsiagaan tersebut diharapkan tidak hanya untuk melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan atau preventif dinilai menjadi langkah utama untuk mengantisipasi kebakaran di tengah kondisi El Nino yang diprediksi cukup berat dan berlangsung lama.
“Yang kita harapkan adalah perlengkapan-perlengkapan orang atau personel tersebut tidak perlu melakukan pemadaman. Dalam arti upaya preemtif dan preventif yang dapat menyebabkan kebakaran, baik lahan, hutan, maupun kebakaran yang lain dapat kita cegah,” katanya.
Peralatan pemadam juga disiapkan secara bertahap untuk mendukung penanganan di lapangan. Salah satunya berupa gepyok yang dibuat dan dimodifikasi menggunakan bahan rotan.
“Karena sifatnya begitu masif, maka pengadaan peralatan akan dilaksanakan dengan bertahap. Kami tadi menginisiasi untuk adanya peralatan berupa gepyok yang kami buat dan kami modifikasi dari rotan,” ujarnya.
Jumlah peralatan tersebut, kata Alex, akan terus ditambah dan didistribusikan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran di berbagai wilayah.
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat dapat mempercepat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. (beritasatu*)












