BeritaDaerahPeristiwa

Sosok Serda Hamdani Korban Gugur Serangan KKB, yang Bercita -cita Jadi TNI

17
×

Sosok Serda Hamdani Korban Gugur Serangan KKB, yang Bercita -cita Jadi TNI

Sebarkan artikel ini
Serda Hamdani gugur dalam serangan KKB di Nabire, Papua
Serda Hamdani gugur dalam serangan KKB di Nabire, Papua

JAGABERITA.ID – Anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih bernama Serda Hamdani gugur dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Prajurit asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu ternyata baru satu tahun lebih bertugas di Papua.

Ayah Serda Hamdani, Hamka mengungkap sosok anaknya yang bercita-cita menjadi anggota TNI. Hamka mengaku awalnya ingin anaknya itu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi namun sang anak sudah memiliki pilihan sendiri.

“Dia bilang, ‘Pak, saya mau masuk tentara.’ Saya bilang kalau memang itu maumu, silakan. Alhamdulillah sekali daftar langsung lulus. Bahkan waktu pendidikan di Pakkatto, dia lulusan terbaik,” kata Hamka kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Setelah lulus sekolah calon tamtama (secata) pada 2010, Hamdani ditugaskan di Batalyon 726 Lapri Bone. Selanjutnya, Hamdani ditempatkan di Kodim Soppeng lalu mengikuti sekolah calon bintara (secaba).

“Setelah lulus dari Secata 2010, dia tugas di Batalyon di 726 di Lapri Bone, setelah lepas dari Batalyon pindah ke Kodim Soppeng jadi Babinsa di sana itu,” bebernya.

Hamka mengungkapkan anaknya kemudian ditugaskan di wilayah Kodam Cenderawasih setelah mendapat pangkat Serda. Pada Juli 2024, Hamdani dikirim ke Nabire.

“Satu tahun lebih di Papua, kalau tidak salah tahun 2024 itu bulan 7 dia mulai tugas di sana (Nabire),” ungkapnya.

Di mata keluarga, Hamdani dikenal sebagai pribadi yang baik dan taat beragama. Hamdani tidak pernah memiliki musuh atau bermasalah dengan orang lain di sekitar tempat tinggalnya.

“Selama saya lihat itu tidak pernah ada musuh tidak pernah, baik semua sama temannya. Kemudian kalau dari segi agama kalau dia datang ke sini dia itu setiap masuk waktu salat pasti ada di masjid,” jelasnya.

Hamka juga mengenal anaknya sebagai muslim yang taat. Serda Hamdani kerap membaca Al-Qur’an bahkan kerap berulang kali khatam meski di luar bulan Ramadan.

“Saya sendiri biasa paling satu kali, dia itu tiga kali paling sedikit di luar bulan Ramadan pun habis salat subuh, habis salat magrib pasti dia mengaji kalau pulang,” tutur Hamka.

Serda Hamdani masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan elektronik pada Minggu (15/2). Korban juga sempat berbincang dengan istrinya.

“Kalau komunikasi lewat chatnya itu tanggal 15 yang lalu. Cuma istrinya kemarin masih sempat bicara jam 1 siang,” tutur Hamka.

Hamka mengaku keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Serda Hamdani. Hamka menerima kematian anaknya sebagai sebuah takdir.

“Sama istri saya, saya bilang sabar, mungkin inilah yang terbaik yang diberikan oleh Allah SWT, beliau mendahului kita, mudah-mudahan dia di sana nanti menjemput dengan baik,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pos pengamanan kamtibmas milik PT Kristalin Ekalestari dibakar KKB pimpinan Aibon Kogoya di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT. Dua orang meninggal dalam kondisi luka bakar berat.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, Minggu (22/2).

Yusuf belum merinci identitas kedua jenazah meski informasi beredar para korban merupakan prajurit TNI dan sekuriti perusahaan. Dia mengaku jenazah dalam proses identifikasi karena kondisinya hangus terbakar.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat,” ucap Yusuf.(dtk*)