JAGABERITA.ID – Royal Dutch Airlines (KLM) terpaksa putar balik setelah terjadi kebakaran di kabin yang disebabkan oleh powerbank yang meledak pada Kamis (17/9/2026). Maskapai KLM dengan nomor penerbangan KL735 itu hendak menuju Curaçao tersebut berbalik arah kembali ke Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda.
Dilansir, Jumat (18/9/2026), pesawat telah menempuh perjalanan selama lima setengah jam ketika powerbank mulai mengeluarkan asap dan memenuhi kabin.
Berdasarkan foto yang diperoleh, terlihat kaca jendela yang pecah dan puing-puing yang terbakar. Para awak kabin berhasil memadamkan api.
Akibatnya, KLM menanggung biaya menginap semalam di hotel bagi seluruh 322 penumpang yang terdampak. Mereka berangkat ke Curaçao dengan pesawat yang berbeda pada Jumat pagi.
Ini adalah kali kedua penerbangan KLM terganggu karena insiden yang melibatkan powerbank. Pada Agustus 2025, sebuah perangkat di kompartemen penyimpanan di atas kepala terbakar selama penerbangan ke São Paulo, Brasil.
Diketahui, powerbank adalah milik Camiel Eurlings, mantan CEO KLM, demikian dikonfirmasi oleh beberapa penumpang menurut NL Times (18/9/2026). Eurlings mengisi daya perangkat tersebut, yang bertentangan dengan peraturan keselamatan, saat terbang di kelas satu dalam penerbangan ke Willemstad. Para saksi mengatakan bahwa ia sedang tidur pada saat itu dan terbangun oleh suara ledakan powerbank.
Seorang penumpang yang duduk di dekat Eurlings menyaksikan kejadian tersebut. “Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras,” kata penumpang itu.
“Segera setelah itu, terjadi kebakaran dan kobaran api besar membumbung dari atas kursi. Ledakan itu adalah ledakan powerbank yang langsung terbakar,” sambungnya.
KLM mengatakan bahwa satu orang mengalami luka ringan tetapi tidak mengkonfirmasi identitasnya. Namun menurut sumber stasiun televisi RTL Nieuws, Eurlings mengalami luka ringan.
KLM sendiri memperbolehkan powerbank di pesawatnya, tetapi penumpang tidak diperbolehkan menggunakan atau mengisi daya selama penerbangan. (kompas*)












