JAGABERITA.ID – Ribuan warga nampak antusias untuk memanfaatkan program Bakti Indonesia Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia ke -4 yang dihelat di Kelenteng Sampookong Semarang pada Kamis -Sabtu (6-8 Agustus 2026). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti layanan cek kesehatan gratis, donor darah, stand umkm, health talkshow dan pembagian vitamin.
Penggagas Bakti Indonesia, Mulia Jayaputri mengatakan, bahwa pemilihan lokasi di tempat ibadah Kelenteng Sampookong ini memiliki nilai sejarah juga sebagai ruang yang dihormati umat Konghucu, Buddha dan Tao. Dan ini membuktikan identitas berbeda dapat hidup dalam penghormatan yang sama.
“Karena selain itu juga tempat ibadah yang sudah menjadi ikon di Indonesia. Bagi kami Kelenteng Sampookong bukan hanya situs sejarah. Tempat ini sebagai gambaran bahwa di sini kita belajar manusia boleh berbeda keyakinan, tetapi tetap bertemu dalam kebaikan,”ujarnya, di sela acara.
Kegiatan serupa pada tahun sebelumnya, juga mengambil di tempat ibadah, yaitu tahun 2023 diadakan di Masjid Istiqlal Jakarta, lalu tahun 2024 di Gereja Katedral, dan 2025 di Pura Agung Besakih, Bali dan tahun 2026 di Kelenteng Sampookong Semarang. Selanjutnya, dijadwalkan tahun 2027 mendatang yakni di Candi Borobudur. “Sengaja memilih tempat ibadah yang menjadi ikon di Indonesia, mewakili agama-agama resmi di Indonesia, sekaligus merawat keberagaman,”katanya.
“Karena kota Semarang di kelenteng Sampookong menjadi ikon tempat ibadah Konghucu di Indonesia. Memang untuk lokasi dipilih mewakili agama di Indonesia, termasuk tahun depan di Candi Borobudur mewakili agama Buddha,”lanjutnya.
Menurutnya, merawat keberagaman itu suata kebutuhan. Gerakan ini dibangun diatas tiga nilai utama, yaitu merawat cinta Tanah Air, menghadirkan aksi kemanusian dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa. “Dan prinsip ini fundamental dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semakin harmonis hubungan agama peluang makin mudah, dari berpindah satu rumah ibadah ke rumah ibadah lainnya betul- betul tidak hanya tataran konsep saja. Dan ini adalah diimplementasikan secara nyata bagi masyarakat,”paparnya.
Ribuan warga sekitar dapat menikmati layanan gratis kesehatan, konsultasi psikologi, serta mendengarkan aneka talkshow mengenai kesehatan dan psikologi yang dapat mengedukasi masyarakat. Mereka pun penuh semangat mengikuti dari awal sampai selesai acara talkshow. “Ada juga bazar yang mendukung UMKM setempat. Kami ingin lewat pelayanan yang mereka terima selama Bakti Indonesia berlangsung, membawa dampak kesadaran untuk merawat sesama. Menumbuhkan budaya tanggungjawab atas antar manusia, karena kebersamaan akan hidup apabila diwujudkan dalam tindakan nyata,”ungkap Mulia.
Aksi sosial ini didukung oleh ratusan tenaga medis. “Ini terbesar tiap hari bisa melayani donor darah sampai 300 kantong darah. Jadi 3 hari tercapai 900 kantong darah. Dan tahun ini menjadi yang terbesar, bisa melayani 4 ribu-5 ribu masyarakat yang membutuhkan,”katanya.
Di hari kedua ini, Jumat (7/8/2026) digelar talkshow kesehatan dari RSUP dr Kariadi membawakan tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, oleh dr Like Rahayu Nindhita. Menurut dr Like saat ini banyak manfaat dari berdirinya unit pengelola darah di rumah sakit tersebut, untuk menyediakan transfusi bagi pasien. Diharapkan, masyarakat bisa menjadi pendonor karena selain memberikan manfaat bagi pendonor juga membantu pasien yang membutuhkan darah maupun untuk pengobatan.
“Diharapkan pendonor sukarela, boleh dilakukan masyarakat, syaratnya adalah sehat jasmani dan rohani, tensinya normal dan usia minimal 17 tahun yang bisa ikut donor. Kalau WNI bawa KTP, kalau WNA membawa paspor, dan tidak mengomsumsi obat minimal tiga hari sebelum donor,”ungkap dr Like. (yuli)












