BeritaDaerahEkonomi

Dikebut, Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman Ditargetkan Rampung 2028

7
×

Dikebut, Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman Ditargetkan Rampung 2028

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Tol Yogja-Solo
Pembangunan Tol Yogja-Solo

JAGABERITA.ID – Hingga pertengahan 2026, pembangunan konstruksi ruas tol Yogyakarta-Solo telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan rampung pada awal September 2026. Pembangunan Jalan Tol Seksi 2 Paket 2.2 yang menghubungkan Trihanggo hingga Junction Sleman.

Meski demikian, ruas tersebut belum langsung dioperasikan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono menjelaskan, penyelesaian Paket 2.2 merupakan bagian dari rangkaian pembangunan Tol Solo–Yogyakarta yang ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada 2028.

Rivan mengatakan pekerjaan konstruksi saat ini masih difokuskan pada penyelesaian sejumlah struktur elevated serta persiapan konektivitas dengan ruas lain.

“Untuk Paket 2.2 sekarang progresnya sekitar 75 persen. Struktur elevated sebagian besar sudah selesai, tetapi masih ada pekerjaan di kawasan perempatan setelah Jombor yang harus dituntaskan,” ujar Rivan, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, pembangunan ruas tersebut tidak dapat dipisahkan dari proyek Jalan Tol Jogja–Bawen, khususnya Seksi 1 dan Seksi 2 yang akan terhubung melalui Junction Sleman.

“Beberapa pekerjaan tanah dan persiapan menuju ruas Jogja–Bawen juga harus diselesaikan karena semuanya menjadi satu rangkaian. Harapannya pada 2028 seluruh konektivitas itu sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Rivan menyebut apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, ruas tersebut bahkan berpeluang difungsikan lebih awal untuk mendukung arus mudik Lebaran 2028.

“Kalau memungkinkan, awal Lebaran 2028 bisa difungsionalkan sehingga ada tambahan ruas tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Di lapangan, pekerjaan yang telah diselesaikan antara lain pemasangan erection girder pada struktur jalan layang. Sementara itu, kontraktor kini mempercepat penyelesaian area ramp on dan ramp off, meliputi pekerjaan pembersihan lahan, pengecoran rigid pavement, hingga pengaspalan.

Selain konstruksi jalan, pengembangan kawasan gerbang tol juga mulai disiapkan. Desain atap gerbang Tol Junction Sleman mengusung siluet Situs Keraton Ratu Boko sebagai identitas arsitektur yang mencerminkan kekayaan budaya Yogyakarta.

Jalan Tol Solo–Yogyakarta merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan aglomerasi Yogyakarta–Solo sekaligus terintegrasi dengan Jalan Tol Jogja–Bawen.

Apabila seluruh jaringan tersebut tersambung pada 2028, akses menuju Yogyakarta dari arah Jawa Tengah maupun sebaliknya diproyeksikan menjadi lebih cepat dan efisien. (beritasatu*)