BeritaDaerahPeristiwa

Asap Tebal Bisa Ganggu Penerbangan Banda Soetta Buntut Kebakaran Pabrik Dupa Tangerang

8
×

Asap Tebal Bisa Ganggu Penerbangan Banda Soetta Buntut Kebakaran Pabrik Dupa Tangerang

Sebarkan artikel ini
Kebakaran pabrik dupa di Tangerang, Banten
Kebakaran pabrik dupa di Tangerang, Banten

JAGABERITA.ID – Kebakaran melanda sebuah pabrik dupa milik CV Damarindo di Jalan Raya Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Senin (20/7/2026) sore. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian bangunan pabrik. Kebakaran dengan asap membumbung tinggi ini juga dikhawatirkan akan mengganggu penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta.

Kepala UPT Damkar Periuk Kamaludin Azizi mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah dalam kondisi besar sehingga proses pemadaman difokuskan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya.

Menurutnya, kebakaran terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja sekitar pukul 16.30 WIB. Kondisi tersebut membuat sebagian besar karyawan sudah meninggalkan lokasi saat api mulai membesar.
“Kebetulan kejadiannya saat jam pulang kerja. Jadi sebagian besar karyawan sudah pulang,” katanya.

Hingga proses pemadaman berlangsung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga orang karyawan sempat mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.

“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Tadi ada tiga karyawan yang mengalami luka ringan, tetapi kondisinya sudah membaik,” jelasnya.

Kobaran api juga sempat berdampak pada tiga rumah warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Untuk mengendalikan api, 14 unit mobil pemadam gabungan dari Mako Damkar, UPT Periuk, Pos Rawa Kucing, dan Batuceper dikerahkan.

Kamaludin mengakui proses pemadaman sempat terkendala kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Bayur yang merupakan jalur utama menuju Teluk Naga, Kampung Melayu, hingga Sepatan.

“Kendala terbesar adalah kemacetan lalu lintas karena bertepatan dengan jam masyarakat pulang kerja, sehingga akses mobil pemadam sedikit terhambat,” ujarnya.

Asap hitam pekat yang membumbung tinggi juga sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Asapnya memang cukup mengkhawatirkan untuk jalur penerbangan. Mudah-mudahan tidak berdampak terhadap aktivitas pesawat yang akan lepas landas maupun mendarat,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Kamaludin menyebut pihaknya belum dapat memastikan sumber api. Berdasarkan keterangan awal dari pemilik pabrik, kobaran api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan.
“Untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Informasi sementara dari pemilik, api pertama kali terlihat dari bagian belakang pabrik,” pungkasnya. (beritasatu*)