JAGABERITA.ID – Momen libur panjang memperingati Tahun Baru Imlek 2026, periode 13-17 Februari dimanfaatkan benar oleh sebagian masyarakat untuk melakukan perjalanan, khususnya dengan transportasi Kereta Api. Seperti jumlah penumpang di wilayah KAI Daop 4 Semarang yang mencatat volume penumpang sebanyak 46.128 orang, pada Sabtu (14/2).
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menambahkan, volume penumpang Sabtu (14/2), hingga pukul 07.00 WIB sebanyak 46.128 penumpang KA yang terdiri dari 20.047 penumpang naik dan 26.081 penumpang turun di sejumlah stasiun Daop 4. “Sedangkan jumlah penumpang pada Jumat (13/2) naik ada 25.684 orang, turun 23.027 orang. Data per Sabtu (14/2) pukul 07.00 WIB mencatat volume sebanyak 164.629 penumpang kereta api di wilayah Daop 4 Semarang yang terdiri dari 81.729 penumpang naik dan 82.900 penumpang turun di Daop 4 Semarang,”ujarnya.
“Tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan transportasi kereta api sebagai pilihan utama untuk perjalanan,” sambung Arif.
Sebagian besar pelanggan di Daop 4 Semarang memilih destinasi favorit seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, dan Purwokerto.
Adapun kereta api jarak jauh yang menjadi primadona masyarakat antara lain: KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Ambarawa Ekspres, KA Kertajaya, KA Majapahit, KA Pandalungan, KA Dharmawangsa Ekspres, dan KA Banyubiru.
Luqman menjelaskan, bahwa dalam periode tersebut, terdapat sebanyak 155 KA reguler keberangkatan Daop 4 Semarang atau rata-rata 31 KA per hari. Selain itu juga terdapat 270 perjalanan KA yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang atau rata-rata 54 KA per hari.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau bagi calon penumpang KA yang akan berangkat dari Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol untuk datang lebih awal ke stasiun karena adanya kegiatan Festival Pasar Rakyat (7–16 Februari 2026) dan Karnaval Dugderan (Senin, 16 Februari 2026) dengan rute Balai Kota Semarang hingga Masjid Agung Kauman.
Hal tersebut guna mengantisipasi potensi penutupan jalan, kemacetan, kepadatan kendaraan, serta pengalihan arus lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan di pusat Kota Semarang, sehingga perjalanan tetap lancar dan keberangkatan kereta sesuai jadwal. (yuli)












