BeritaDaerahPeristiwa

Aliran Tersumbat, Rembesan Air dari Tanggul Lumpur Lapindo Buat Warga Was -was

27
×

Aliran Tersumbat, Rembesan Air dari Tanggul Lumpur Lapindo Buat Warga Was -was

Sebarkan artikel ini
Kondisi Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
Kondisi Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

JAGABERITA.ID – Rembesan air dari tanggul Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memicu kekhawatiran warga. Sebab, kondisinya dilaporkan semakin membesar dalam beberapa waktu terakhir.

Rembesan air tersebut muncul di titik 68 yang masuk wilayah Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, dan Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin. Matraji, warga di sekitar lokasi menjelaskan, adanya kejadian rembesan air membuatnya marasa was -was dan tidak tenang.

“Awalnya hanya terlihat basah. Tapi semakin hari semakin parah sehingga terlihat airnya mengalir dari titik rembesan itu,” ujarnya, Selasa (23/6/2026)

Untuk itu, warga berharap rembesan air tersebut segera ditangani agar tidak memicu terulangnya insiden tanggul ambrol yang pernah terjadi.

PU menyebut kondisi tanggul untuk tangani bencana semburan lumpur lapindo masih aman. Usai mendatangi lokasi atas adanya laporan masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memeriksa keadaan di tanggul penahan lumpur tersebut.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Nalfian mengatakan, kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 68 masih dalam keadaan aman meski ditemukan adanya rembesan di bagian bawah tanggul. Menurut dia, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan adanya aliran rembesan yang muncul di sekitar kaki tanggul.

Kondisi tersebut mirip dengan kejadian pada tahun 2024, sehingga sistem pengendalian rembesan yang sudah terpasang kembali dievaluasi. “Saat kami cek sepertinya mengalami penyumbatan, hingga air tidak bisa mengalir melalui jalur yang sudah disiapkan,” paparnya, Selasa (23/6/2026).

Nalfian menjelaskan, sebelumnya telah dipasang saluran pengarah rembesan serta alat ukur debit berupa V-Notch yang terhubung dengan box culvert untuk mengendalikan aliran air rembesan agar tetap sesuai jalur.

Namun, diduga akibat adanya sumbatan, air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya dan kemudian mencari jalur lain hingga muncul ke permukaan di sekitar kaki tanggul. Meski begitu, ia memastikan debit air yang keluar dari rembesan masih relatif sama dengan yang selama ini terukur dalam sistem pengendalian, sehingga tidak mengindikasikan adanya ancaman terhadap stabilitas tanggul.

Rembesan Air Diarahkan ke Parit untuk Sementara Untuk sementara, air rembesan itu diarahkan ke parit di sekitar lokasi agar tidak menyebar.

Selanjutnya, Kementerian PU menyiapkan langkah perbaikan permanen pada titik rembesan tersebut. Upaya itu mencakup perbaikan sistem pengendalian rembesan serta peninggian beberapa bagian tanggul yang mengalami penurunan tanah.

Kementrian PU juga akan mempertebal tanggul hingga 30 sentimeter. Selain itu, peninggian tanggul dilakukan secara berkala untuk menjaga keamanan kolam penampungan lumpur, mengingat sejumlah titik mengalami penurunan elevasi. (kompas*)