JAGABERITA.ID – Musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya bagi masyarakat Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.
Biasanya, masyarakat Kedungmalang baru merasakan susahnya mendapatkan air bersih mulai Agustus. Namun, bak penampungan air di masing-masing kamar mandi mereka kering kerontang sejak Februari.
Tercatat, empat bulan sudah kekeringan air bersih melanda permukiman di Desa Kedungmalang.
Wilayah dengan dampak paling terasa berada di RT 02 dan 03 RW 02, dimana air bersih mengalir kecil. Itu pun hanya sehari dalam sepekan.
Belum lagi beberapa warga dengan letak rumah di ujung instalasi saluran air bahkan tidak pernah kebagian air bersih.
Seperti yang dialami Sayidah warga RT 02 RW 02 Desa Kedungmalang.
Letak rumah Sayidah berada di gang perkampungan paling belakang.
Instalasi air bersihnya pun praktis berada di ujung, sehingga dia sudah tidak mendapatkan air bersih dalam kurun waktu 4 bulan terakhir.
Sayidah sebenarnya sudah memiliki sumur yang dibuatnya dua tahun terakhir untuk mengantisipasi musim kemarau yang selalu datang setiap tahunnya.
Namun sumur tersebut saat ini justru menghasilkan air asin dan tidak bisa digunakan untuk mandi dan masak.
Dia pun harus mencari kebutuhan air bersih guna mencukupi kebutuhan air setiap harinya untuk keluarga.
“Sudah empat bulan sama sekali tidak ngalir di tempat saya. Sehari-hari minta saudara saat air ngalir, terkadang ngangsu di sumur pondok atau musala terdekat untuk kebutuhan mandi dan cuci-cuci.”
“Kalau untuk masak harus beli air bersih galonan,” terangnya, Rabu (17/6/2026).
Dalam sehari, Sayidah harus membeli satu hingga dua galon air bersih dengan harga Rp 5.000 per galon.
Dalam sebulan dia harus mengeluarkan biaya hingga Rp300.000 untuk mencukupi air bersih buat masak. (kumparan*)











