BeritaEkonomiPeristiwa

Saat Gencatan Senjata AS-Iran, Dua Kapal Ini Perdana Lewati Selat Hormuz

10
×

Saat Gencatan Senjata AS-Iran, Dua Kapal Ini Perdana Lewati Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini

JAGABERITA.ID – Pemantau maritim Marine Traffic mengatakan dua kapal telah melewati Selat Hormuz yang sempat ditutup Iran. Laporan tersebut sejak Iran setuju untuk membuka kembali jalur air tersebut sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).

“Kapal pengangkut curah milik Yunani, NJ Earth, melintasi Selat pada pukul 08:44 UTC, sementara Daytona Beach yang berbendera Liberia melintas lebih awal pada pukul 06:59 UTC, tak lama setelah berangkat dari Bandar Abbas pada pukul 05:28 UTC,” kata MarineTraffic, Rabu (8/4/2026).

Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, di mana perjalanan melalui Selat Hormuz “akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Transit NJ Earth mungkin merupakan tanda awal pergerakan, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini mencerminkan pembukaan kembali yang lebih luas yang didorong oleh gencatan senjata atau pengecualian yang telah disetujui sebelumnya,” kata Ana Subasic, analis di Kpler, pemilik MarineTraffic.

Kapal milik Yunani tersebut tetap menyalakan sinyal transpondernya saat melintasi selat melalui rute yang disetujui Iran di dekat Pulau Larak, yang digunakan oleh sebagian besar kapal yang melintasi jalur air tersebut selama tiga minggu terakhir.

Belum diketahui pasti tujuan kapal tersebut.

“Meskipun kami memperkirakan akan ada lebih banyak penyeberangan dalam beberapa hari mendatang, dari perspektif risiko dan kepatuhan, transit pertama ini harus dibaca dengan hati-hati,” tambah Subasic.

Beberapa pemilik kapal dan penyewa kapal sedang bersiap untuk memindahkan kapal mereka yang terjebak di Teluk, menurut laporan jurnal pelayaran Lloyd’s List pada Rabu (8/4) pagi. Diperkirakan sekitar 800 kapal saat ini terjebak di Teluk.

Akses ke selat tersebut sangat dibatasi oleh Iran sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel sejak 28 Februari.

Dari 1 Maret hingga 7 April, kapal pengangkut komoditas telah melakukan 307 penyeberangan, menurut data Kpler, penurunan 95 persen dari lalu lintas masa damai. Sekitar seperlima dari minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global melewati jalur air db pada masa damai. (dtk*)