BeritaPeristiwa

AS-Israel Jatuhkan Bom Empat Kali ke Fasilitas Nuklir Bushehr Iran, Rusia Evakuasi Ratusan Staf

17
×

AS-Israel Jatuhkan Bom Empat Kali ke Fasilitas Nuklir Bushehr Iran, Rusia Evakuasi Ratusan Staf

Sebarkan artikel ini
Ledakan kilang minyak Teheran
Ledakan kilang minyak Teheran

JAGABERITA.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutkan, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr dibom empat kali oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak perang pecah pada 28 Februari 2026. Ia juga mengkritik kurangnya perhatian terhadap keselamatan fasilitas nuklir tersebut. Serangan ini terjadi di tengah peningkatan intensitas penargetan terhadap situs industri Iran oleh AS dan Israel.

Satu orang dilaporkan tewas akibat pecahan proyektil dalam serangan ini.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan, tidak ditemukan peningkatan tingkat radiasi pasca-serangan, berdasarkan konfirmasi dari otoritas Iran dalam pernyataan resmi pada Sabtu (4/4/2026).

“Tidak ada peningkatan tingkat radiasi,”tulisnya.

Para ahli sebelumnya telah memperingatkan tingginya risiko jika fasilitas nuklir atau petrokimia menjadi sasaran.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi menyampaikan kekhawatiran mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa lokasi nuklir dan area di sekitarnya tidak boleh menjadi target serangan.

“(Menyatakan) keprihatinan mendalam tentang insiden yang dilaporkan, dan mengatakan situs (nuklir) atau daerah terdekat tidak boleh diserang, menekankan bahwa bangunan tambahan di lokasi tersebut mungkin berisi peralatan keselamatan vital,” dalam keteranganya.

Grossi juga menyerukan pengekangan militer untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir.

Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi adanya kerusakan pada bangunan tambahan di lokasi tersebut. Bagian utama pembangkit listrik dilaporkan tidak terdampak oleh serangan. Korban tewas merupakan anggota personel keamanan yang bertugas di area tersebut. Di sisi lain, perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, mengevakuasi ratusan staf dari lokasi Bushehr.

Sebanyak 198 staf Rusia dievakuasi dalam gelombang terbesar pada Sabtu.

“Sesuai rencana, kami memulai gelombang evakuasi utama hari ini, sekitar 20 menit setelah serangan yang naas itu. Bus berangkat dari stasiun Bushehr menuju perbatasan Iran-Armenia. Tepatnya 198 orang—gelombang evakuasi terbesar—berada di dalam bus,” kata Alexei Likhachev.

Rosatom menyatakan, proses evakuasi sebenarnya sudah direncanakan sebelum serangan terjadi. Langkah evakuasi telah dilakukan sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai. (kompas*)